Fadulinews.com | Tidore, 13 Juli 2025 – Kesultanan Tidore menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Kerajaan Spanyol untuk Indonesia dan Wakil Duta Besar Austria pada Minggu sore, pukul 14.30 WIT. Kunjungan ini menjadi babak baru kerja sama lintas negara dalam penulisan ulang sejarah dan pelestarian warisan budaya antara Tidore dan Eropa.
Dalam wawancara bersama Fadulinews, Bobato Sowohi Kie Kesultanan Tidore, Ishak Naser, menjelaskan bahwa dirinya bersama para bobato lainnya turut mendampingi Sultan Tidore dalam menyambut langsung para tamu dari kedua negara sahabat.
“Yang menyampaikan komitmen secara tegas itu dari pihak Kedutaan Spanyol. Duta Besar menyatakan kesiapan mereka untuk membantu Kesultanan Tidore dalam penulisan ulang sejarah berdasarkan dokumen-dokumen otentik,” ujar Ishak Naser.
Penulisan ulang sejarah ini akan mengangkat kembali relasi historis antara Kesultanan Tidore dan Kerajaan Spanyol, terutama di masa ketika keduanya menjalin aliansi sebagai kekuatan maritim dan politik di kawasan timur Nusantara. Duta Besar Spanyol bahkan menyampaikan undangan resmi kepada Sultan Tidore, pemerintah daerah, dan para bobato untuk berkunjung ke Spanyol guna menelusuri langsung literatur dan arsip sejarah yang otentik.
Selain kerja sama penulisan sejarah, Kedutaan Spanyol juga menyatakan komitmen dalam membantu pelestarian situs-situs bersejarah peninggalan kolonial, seperti Benteng Tahula dan Benteng Cobo yang dibangun pada tahun 1609. Kedua benteng tersebut merupakan basis pertahanan strategis Spanyol dan Kesultanan Tidore saat menghadapi kekuatan asing di masa lampau. Pemerintah Spanyol, melalui kedutaannya, akan memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian dan revitalisasi situs-situs penting tersebut sebagai bagian dari warisan sejarah bersama.
“Mereka juga menyatakan akan membantu pengembangan fasilitas keraton dan program-program penelitian. Ini langkah positif dalam melestarikan warisan budaya Tidore,” tambah Ishak.
Secara teknis, pelibatan tim ahli penulis sejarah masih akan dibahas lebih lanjut, namun Kesultanan Tidore membuka ruang kolaborasi dengan para sejarawan nasional dari LIPI, Arsip Nasional, serta akademisi yang kompeten dalam bidang sejarah.
Turut hadir dalam rombongan Kedutaan Besar Spanyol dan Austria adalah nama-nama penting yang menunjukkan keseriusan dan kehormatan diplomatik dalam kunjungan ini :
Delegasi Kedutaan Spanyol dan Austria :
1. Francisco de Asís Aguilera Aranda – Duta Besar Spanyol untuk Indonesia
2. Gemma Caminada – Istri Duta Besar Spanyol
3. Fernando Burgos Sainz – Deputy Chief of Mission, Kedutaan Spanyol
4. Theresa Loidl – Istri Wakil Duta Besar Austria
5. Adien Fazmail – Gitaris flamenco profesional yang turut hadir memeriahkan suasana
Kunjungan ini menjadi penanda kuat bahwa Kesultanan Tidore tak hanya penting dalam sejarah lokal, tetapi juga memiliki nilai historis yang diakui secara internasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan budaya yang memperkuat hubungan diplomatik, memperkaya literatur sejarah Nusantara, dan memperkuat identitas Tidore sebagai bagian penting dari sejarah global.
Reporter : Jurnalis Fadulinews
—








