Dalam keterangannya kepada awak media, Tauhid menyoroti keberhasilan Kota Ternate dalam aksi konvergensi stunting sekaligus memaparkan sejumlah usulan pembangunan strategis yang kini tengah disinkronkan dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“ Saya menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan ini. Kita berupaya untuk tetap mempertahankan supaya angka stunting semakin menurun,” ujar Tauhid Soleman.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang terus diperkuat demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak di Kota Ternate.
Selain isu kesehatan, Wali Kota juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur, terutama pada sektor jalan dan pelabuhan yang dinilai sangat vital bagi konektivitas wilayah kepulauan.
Tauhid mengungkapkan, usulan pembangunan jalan sepanjang 33 kilometer yang mencakup 22 ruas jalan telah masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Program tersebut meliputi rekonstruksi jalan di Batang Dua atau Pulau Mayau, serta perbaikan sejumlah ruas jalan di Kota Ternate dan Pulau Moti.
“Program IJD ini sudah diverifikasi oleh Balai Jalan Nasional Provinsi Maluku Utara untuk tahun 2027,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Ternate juga tengah mendorong percepatan revitalisasi sejumlah pelabuhan melalui skema penyerahan aset daerah kepada pemerintah pusat agar pembangunan dapat ditangani langsung oleh Kementerian Perhubungan.
“Jika sudah masuk menjadi bagian dari aset pemerintah pusat, maka akan dilakukan revitalisasi oleh Kementerian Perhubungan. Itu sudah diusulkan,” tambahnya.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengembangan infrastruktur pelabuhan di antaranya Dufa-Dufa, Batang Dua (Mayau), Pelabuhan Semut Ternate, hingga Pulau Hiri.
Sementara terkait pembebasan lahan, Tauhid mengakui proses tersebut masih membutuhkan pertimbangan sesuai kemampuan keuangan daerah, namun penyelesaian aset pelabuhan saat ini terus berjalan.(*)







