Sejak Hari Pertama Konflik, Ikram Tetap Bersama Warga, Sherly baru muncul?

Spread the love

Faduli.com – Sejak pecahnya konflik antara Desa Banemo dan Desa Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji terus menunjukkan komitmennya dengan tetap berada di tengah masyarakat, mengawal langsung proses penanganan hingga kedua desa kembali damai.

banner 336x280

Kehadiran Bupati Ikram sejak hari pertama bentrokan menjadi sorotan positif masyarakat. Di tengah situasi yang masih panas, warga menilai sosok Ikram menjadi figur yang paling dekat karena aktif membangun komunikasi, menenangkan masyarakat, serta memastikan langkah pemulihan berjalan cepat.

Saat kunjungan pemerintah provinsi bersama unsur Forkopimda dan stakeholder lainnya, perhatian masyarakat pun tetap lebih banyak tertuju kepada Bupati Ikram. Warga menilai, sejak awal kejadian yang masih memuncak, pemerintah kabupaten melalui kepemimpinan Ikram lebih dulu hadir langsung di tengah masyarakat. ini bukan tentang masalah wilayah nya ikram dan dia sebagai bupati yang di mana dua desa ini wilayahnya , ini tentang  kemanusiaan dan kepedulian dan bukan pencitraan. Ujar salah salah satu warga.

Salah satu warga yang komunikasi dengan wartawan Faduli.com mengaku sempat mempertanyakan mengapa pada fase awal konflik yang masih memanas, gubernur tidak berada langsung di lokasi. Berdasarkan informasi resmi saat itu, penanganan lapangan dari tingkat provinsi lebih dahulu diwakili oleh Wakil Gubernur, Kapolda,Danrem,Kapolres dan Dandim bersama  jajarannya di mana yang hadir  saat itu ustadz Sarbin Sehe selalu wakil gubernur.

Pandangan inilah yang kemudian menjadi salah satu sorotan masyarakat, sehingga ketika situasi mulai redam dan kunjungan gubernur dilakukan, fokus warga tetap lebih banyak tertuju pada Bupati Ikram yang dinilai konsisten hadir sejak awal.

Sorotan serupa juga datang dari salah satu aktivis daerah yang menilai kehadiran pemimpin di tengah masyarakat pada saat kondisi masih panas sangat penting untuk membangun rasa tenang dan kepercayaan publik.

Meski demikian, warga juga memahami bahwa saat itu gubernur bisa saja memiliki agenda pemerintahan lain di luar daerah, sehingga penanganan cepat di lapangan lebih dahulu dilakukan melalui wakil gubernur dan Forkopimda provinsi. Fakta di lapangan menunjukkan Wakil Gubernur Sarbin Sehe memang langsung bergerak ke Patani Barat saat konflik pecah.

Informasi yang dihimpun, pascakonflik dua desa tersebut Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memfokuskan aktivitas pemerintahan di wilayah terdampak, mulai dari pendataan kerugian rumah warga, pembersihan puing, penguatan keamanan, hingga pemulihan trauma sosial masyarakat.

“Alhamdulillah, situasi saat ini telah kembali aman dan damai. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat menjaga persaudaraan dan bersama-sama membangun kembali kehidupan yang harmonis,” ujar Bupati Ikram.

Menurut warga, konsistensi kehadiran Ikram sejak konflik memuncak hingga suasana damai mulai terbangun menjadi cerminan kepemimpinan yang dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah optimistis, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, dan stakeholder terkait, kondisi sosial di Kecamatan Patani Barat akan segera pulih sepenuhnya sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *