Proyek Rp 5,4 Miliar Preservasi Jalan Tidore Terungkap Papan Proyeknya, FaduliNews Soroti Transparansi dan Kualitas

Spread the love

KOTA TIDORE KEPULAUAN – Mega proyek Preservasi Ruas Jalan Keliling Pulau Tidore senilai Rp 5.465.000.000,- yang didanai APBN Tahun Anggaran 2025 akhirnya menunjukkan tanda transparansi resmi. Setelah sebelumnya disoroti karena dugaan pengerjaan ‘diam-diam’, papan proyek raksasa dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara kini terpampang di Kelurahan Mareku, tepat di depan markas PUPR.

​Proyek yang dikerjakan oleh CV. Aqilah Putri ini mencakup pekerjaan jalan dan preservasi di kurang lebih 30 titik jembatan yang tersebar di sepanjang ruas keliling Pulau Tidore.

banner 336x280

​Kontroversi Awal: Proyek ‘Siluman’ di Bawah Jembatan Ake Rum Penemuan papan proyek ini menjadi titik terang setelah sebelumnya media FaduliNews melakukan investigasi mendalam terhadap sejumlah pekerjaan yang dikerjakan tanpa Papan Informasi Publik (KIP), melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

​Investigasi FaduliNews sebelumnya mengangkat berita berjudul “TERTANGKAP BASA PROYEK RESMI DARI BALAI DI KERJAKAN DIAM-DIAM DI BAWA JEMBATAN AKE RUM MELANGGAR KIP DAN TUTUPI ANGGARAN”.

​Awalnya, sumber di lapangan sempat menyebut pekerjaan di bawah Jembatan Ake Rum adalah milik Balai Sungai. Namun, setelah dilakukan konfirmasi, pihak Balai meralat dan menyatakan proyek tersebut adalah milik Provinsi melalui Bidang Bina Marga.

​Upaya konfirmasi kepada Plt. Kepala Dinas PUPR PROVINSI terkait proyek ini hingga kini belum mendapatkan balasan.

Penanggung Jawab Lapangan Angkat Bicara ​salah satu penanggung jawab lapangan sekaligus pengawas PU di Kelurahan Mareku membenarkan skala pekerjaan. “Ini ada 30 titik [jembatan] dan ada beberapa pekerjaan jalan juga,” ungkapnya, mengkonfirmasi lingkup pekerjaan yang tertera pada papan proyek di Mareku. Papan proyek ini menjadi satu-satunya titik informasi publik yang terpasang.

​Sorotan Kualitas dan Keselamatan Kerja (K3) FaduliNews mencatat bahwa meskipun papan proyek telah terpasang, pelaksanaan di lapangan menunjukkan adanya variasi, di mana sebagian pekerjaan sudah berjalan dan sebagian lainnya,belum seperti pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan  juga belum menyeluruh pasalnya sejumlah titik di Tidore timur, cobo, dan Tidore utara kelurahan rum belum di kerjakan dan ada tanah  yang menumpuk akibat longsor di mana hujan air keluar dari drenase tumpah ke jalan membahayakan pengendara motor ,dan juga penggantian baut di atas ketinggian Jembatan Tahua,tabalo masih terkendala karena sulitnya mencari pekerja khusus.

​Dengan anggaran yang cukup besar, tim FaduliNews menegaskan akan terus memantau pekerjaan ini, salah satu masyarakat Tidore mendesak kontraktor dan pihak terkait untuk fokus pada kualitas pekerjaan dan mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur terbaik dan proses pembangunan yang transparan.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *