Pantauan langsung Om Faduli di lapangan menunjukkan lokasi proyek masih sepi aktivitas. Struktur yang seharusnya sudah berdiri hingga kini belum rampung, sementara sejumlah item pekerjaan seperti dermaga semut, gasway, terminal, hingga timbunan 28.000 kubik belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kontraktor Akui Anggaran Habis, Tambahan Menunggu 2026 Salah satu anak buah Budi Lim di lokasi mengaku bahwa dana proyek tidak mencukupi.
“Anggarannya memang tidak cukup, jadi tunggu tambahan di tahun 2026,” ujarnya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa pekerjaan akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat, diawali dengan kedatangan material dan bekisting yang diklaim telah mereka persiapkan. Menurutnya, sejumlah tahapan awal kini sedang disusun agar pekerjaan kembali berjalan dalam beberapa minggu mendatang.
Bos Besar Tidak Ada di Lokasi,Sebagai pemilik perusahaan Boss Budi Lim diketahui saat ini berada di Jakarta dan tidak hadir mengawasi langsung proyek yang sedang bermasalah. Ketidakhadirannya memunculkan banyak pertanyaan publik mengenai kendali serta pengawasan terhadap proyek bernilai besar yang telah memakan pinjaman daerah.
PPK dan Kadis PUPR Masih Bungkam Upaya konfirmasi kepada pemerintah daerah juga belum membuahkan hasil:
PPK menolak memberikan komentar dan hanya menyebut bahwa berita terkait proyek ini sudah ramai diberitakan media online. Ia kemudian mengarahkan wartawan ke Kadis PUPR.
Kadis PUPR Halmahera Selatan ketika dihubungi melalui sambungan telepon tidak mengangkat panggilan serta belum merespons pesan WhatsApp.
Minimnya respons pejabat teknis membuat kejelasan proyek semakin kabur.
Sempat Disorot Media dan BPK Sebelumnya, proyek ini telah menjadi sorotan media lokal. Bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disebut ikut memberi perhatian, terutama terkait:
minimnya progres fisik,
ketidaksinkronan rencana dan realisasi,
serta dugaan perhitungan anggaran awal yang janggal.
Namun hingga kini belum ada laporan resmi atau tindakan tegas yang disampaikan ke publik.
Pantauan Lapangan Terbaru Hasil pemantauan Faduli menunjukkan:
Struktur.dermaga 75 meter belum terbangun sepenuhnya,
Timbunan 28.000 kubik belum dilanjutkan,
Pekerjaan dermaga semut juga belum tuntas
Aktivitas pekerja sangat minim.
Meski begitu, pihak kontraktor tetap menegaskan bahwa aktivitas konstruksi akan kembali berjalan dalam waktu dekat, setelah material utama tiba di lokasi.
Beban Pinjaman Daerah dan Harapan Masyarakat Sebagai proyek yang dibiayai melalui pinjaman daerah, seharusnya pembangunan berjalan cepat dan memberi dampak nyata. Namun kenyataannya, pekerjaan justru tersendat karena persoalan anggaran.
Dengan adanya kabar bahwa pengerjaan segera dimulai kembali, masyarakat berharap tidak ada lagi penundaan yang merugikan publik.
FaduliNews akan terus memantau perkembangan proyek ini serta menunggu tanggapan resmi dari PPK maupun Dinas PUPR Halmahera Selatan.
(Tim/Red)

Proyek Raksasa Boss Budi Lim di Halsel Terhenti: Anggaran Pinjaman Rp50 Miliar Diklaim Tidak Cukup
FaduliNews –Bacan,Proyek raksasa bernilai kurang lebih Rp50 miliar di Kabupaten Halmahera Selatan yang dibiayai melalui pinjaman multiyears kembali menjadi sorotan publik. Proyek besar yang ditangani kontraktor ternama Boss Budi Lim, yang kini berada di Jakarta, telah mandek lebih dari dua tahun tanpa progres berarti.(juma’at/14/11/2025)









