FaduliNews — Ternate.Pantauan langsung Om Faduli dari kawasan pasar Gamalama Ternate sejak pagi sampai sore ini menampilkan suasana luar biasa meriah. Sejak pagi, bendera pelangi tampak terpasang berjejer di sepanjang jalan dan lorong pasar . Warna-warna cerah itu melambai ditiup angin di bawa pohon, menciptakan pemandangan yang hangat dan penuh semangat rakyat.
Di bawah hiasan bendera pelangi itu, ribuan warga Kota Ternate — mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua — memenuhi area pasar untuk menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Suara riuh tawa, teriakan kecil anak-anak, dan sapaan antar pedagang membuat suasana pasar hidup seperti pesta rakyat.
“Iya, kita tra sempat tidur dari tadi malam. Pagi-pagi sudah ke Ternate datang ke pasar bajual sambil mau lihat wapres gibran’ tong mau liat langsung Wapres muda itu,” ujar ci ratna, pedagang sayur yang terlihat sibuk menata dagangannya di bawah payung berwarna warni Di sampingnya, ci awa dan Ibu Siti jual pisang -pinang untuk penyambutan sederhana. “Kami bangga, karena pejabat datang ke tempat rakyat,” tambahnya sambil tersenyum.

Di antara warna-warni pasar itu, petugas Paspampres, TNI, Polri, dan Satpol PP, dishub,berjaga dengan disiplin. Mereka berdiri di setiap titik strategis, mengatur kerumunan warga agar tetap tertib. Meski pengamanan sangat ketat, suasana tetap hangat dan penuh antusiasme. “Biar banyak aparat, tapi torang semua senang. Aman, tertib, dan ramai,” ucap seorang warga yang berdiri di pinggir jalan.
Anak-anak tampak berlarian di pinggir jalan pasar, menatap penasaran ke arah jalan utama tempat rombongan Wapres akan melintas. Para pedagang tersenyum sambil melayani pembeli, dan dari pengeras suara terdengar lantunan musik daerah Ternate yang menambah kehangatan suasana.
“kita lia ini bukan cuma penyambutan pejabat,” kata Om Faduli dari lokasi. “Ini pesta rakyat. Bendera pelangi yang berkibar di atas tenda-tenda payung pasar itu seperti simbol semangat warga Ternate — cerah, beragam, dan penuh harapan.”
Menjelang kedatangan Wapres Gibran, suara warga semakin riuh. Beberapa berdiri di atas trotoar , sebagian lainnya berdesakan di tepi jalan, namun tetap tertib. Mereka menunggu dengan sabar di bawah teriknya matahari sejak siang, wajah-wajah mereka menunjukkan rasa bangga.
“Ini hari yang kami ingat seumur hidup,” ujar Ibu am dengan nada haru. “Pasar jadi ramai bukan karena jualan, tapi karena kami semua bahagia. Wapres datang lihat rakyatnya sendiri.”
Dari pantauan Om Faduli, Ternate hari ini tidak hanya menyambut tamu negara — tapi juga merayakan kebersamaan rakyat. Di bawah pohon dan bendera ppelangi yang berjejer indah, wajah-wajah rakyat kecil memantulkan warna Indonesia yang sesungguhnya: tulus, sederhana, dan penuh cinta.
(Tim/Red)









