Om Ocen, Bengkel Sepeda di Mangga Dua yang Menanti Sentuhan Pemerintah

Spread the love

FaduliNews – Ternate.Di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate, di tepi jalan raya yang setiap hari ramai dilintasi kendaraan, ada satu pemandangan yang tidak pernah berubah sejak puluhan tahun lalu: seorang pria sederhana duduk di samping sepeda anak-anak dan dewasa yang menunggu untuk diperbaiki. Dialah Om Ocen, mekanik sepeda yang hari ini menjadi satu-satunya bengkel sepeda yang masih bertahan di kawasan tersebut.Usaha ini adalah warisan dari ayahnya yang sudah terlebih dahulu menghidupi keluarga dari dunia perbengkelan sepeda.

banner 336x280

Sejak tahun 2001, Om Ocen melanjutkan pekerjaan ini tanpa banyak pilihan, namun juga tanpa banyak keluhan.dengan peralatan seadanya, ia memperbaiki sepeda dari pagi hingga sore. Bahkan kompresor yang ia gunakan adalah kompresor tua sejak 2001 yang sudah “hidup-mati hidup-mati”, namun tetap menjadi tulang punggung pekerjaan hariannya. Meskipun begitu, Om Ocen tetap melayani masyarakat Mangga Dua dengan sepenuh hati. Yang membuat keadaan ini terasa lebih menyentuh adalah

Foto:kunci (Peralatan seadanya) milik om Ocen untuk perbaiki sepeda

pengakuannya bahwa hingga hari ini, ia belum pernah menerima bantuan apa pun dari Pemerintah Kota Ternate maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara.Padahal, kita semua tahu banyak program bantuan alat, pemberdayaan UMKM, dan dukungan produktif sudah bergulir tiap tahun. Ironisnya, ada bengkel-bengkel lain yang pernah menerima bantuan tetapi menjual kembali alatnya, sementara sosok seperti Om Ocen justru tidak pernah tersentuh.

Melihat kondisi di lapangan,FN menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah dapat turun tangan memberikan perhatian. Kepada Wali Kota Ternate,Tahuid Soleman, Wakil Wali Kota Ternate, Sekretaris Kota Ternate Bapak Rizal Marsaoly, Gubernur Maluku Utara Ibu Serly Djuanda Laos, dan Wakil Gubernur Maluku Utara Bapak Haji Sarbin Sehe, serta seluruh dinas teknis seperti UMKM, Perindustrian, Perdagangan, dan Dinas Sosial, kiranya dapat melihat langsung kondisi Om Ocen yang sudah puluhan tahun bekerja tanpa dukungan peralatan layak.

Foto:Mesin angin (kompresor) milik Om Ocen yang rusak termakan usia. 

Bantuan seperti kompresor baru, rak perkakas, meja kerja yang lebih baik, atau fasilitas penunjang lainnya tentu akan sangat berarti bagi keberlangsungan satu-satunya bengkel sepeda yang tersisa di Mangga Dua.

Kisah Om Ocen adalah wajah kecil dari perjuangan besar masyarakat kecil di Kota Ternate. Mereka bekerja tanpa suara, bertahan tanpa banyak pilihan, tapi tetap memberi manfaat kepada warga sekitar. Semoga suara sederhana dari pinggir jalan Mangga Dua ini didengar oleh mereka yang memiliki kewenangan, agar kebijakan bantuan benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan. FaduliNews akan terus menyampaikan suara-suara kecil ini, karena dari situlah keadilan bermula.

(Red/FaduliNews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed