Faduli1.com-Investasi di sektor ekonomi kreatif (ekraf) kini menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, hingga menengah. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan saat ini dalam meningkatkan kualitas sumber daya bisnis nasional. Ikhtiar tersebut juga menjadi bagian dari pijakan besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Semangat itu tercermin dalam pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPW GEKRAFS) Maluku Utara periode 2026–2029 yang mengusung tema “Gema Karya Dari Timur: Sinergi Kreatif untuk Maluku Utara Berdaya Saing”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Bella, Kota Ternate, pada 27 April 2026.
Rakerwil tersebut tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan talk show yang diikuti langsung oleh Kawendra Lukistian, anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Umum GEKRAFS. Kehadirannya mempertegas komitmen penguatan pelaku ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi nasional.
Dalam forum ini, GEKRAFS Malut turut menggandeng berbagai mitra strategis seperti PT Pertamina, PT PLN (Persero), ASDP Indonesia Ferry, PT Pos Indonesia, dan PT Telkom Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat konektivitas serta mempermudah akses pelaku usaha terhadap berbagai fasilitas penunjang.
Kawendra menegaskan pentingnya sinergi dan konektivitas bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah.
“Menjalin sinergi dan konektivitas untuk pejuang GEKRAFS di Maluku Utara agar bisa naik kelas dan mendapatkan kesempatan. Kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BUMN siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha kreatif di daerah.
Perkembangan GEKRAFS di Maluku Utara dinilai semakin inklusif dan berdampak langsung terhadap pelaku UMKM. Sinergi lintas sektor, baik pemerintah maupun swasta, menjadi kunci dalam membuka peluang usaha baru dan memperkuat daya saing daerah.
Ketua GEKRAFS Malut, Imran Guricci, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah besar untuk membawa produk lokal ke pasar internasional.
“Pada November 2026, kami akan melakukan misi dagang ke China sebagai program tahunan. Sebelumnya, GEKRAFS Malut juga telah melakukan misi dagang ke Rusia, Hongkong, dan Singapura. Produk-produk akan kita kurasi agar tidak hanya bermain di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar global,” jelasnya.
Ia menambahkan, produk khas Maluku Utara seperti sirup pala dan minyak cengkeh akan menjadi bagian dari identitas “Gema Karya dari Timur” yang diperkenalkan ke dunia internasional.
Imran juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan BUMN dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
“Kami berharap sinergi dengan BUMN dan pemerintah terus ditingkatkan, agar produk ekraf lokal tidak hanya berkembang, tetapi juga menjadi kebutuhan di berbagai sektor,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan, sekaligus mempercepat akselerasi ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru di Maluku Utara.
Reporter: Roeslan
Editor: Faduli













