Oleh: Said Marsaoly
Pemimpin Redaksi Faduli News
FaduliNews_kabupaten Halmahera barat Di tengah gembar-gembor Maluku Utara sebagai provinsi terbahagia dan daerah kaya sumber daya tambang, masih ada potret buram yang nyaris tak tersentuh cahaya pembangunan. Salah satunya adalah Desa Tengowango, sebuah desa kecil di Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, yang seolah luput dari pandangan mata pengambil kebijakan.
Berjarak berjam-jam dari pusat pemerintahan kabupaten, desa ini dihuni oleh sekitar 70 kepala keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan peladang kecil. Namun, ironisnya, kondisi infrastruktur dasar seperti akses jalan, air bersih, layanan kesehatan, hingga jaringan komunikasi masih sangat minim bahkan nyaris tidak tersedia.
> “Kami seolah bukan bagian dari Republik ini. Tidak pernah ada yang datang bertanya bagaimana hidup kami,” tutur seorang warga dengan nada getir kepada tim Faduli News.
Investigasi langsung yang dilakukan oleh Tim Faduli News bersama Pemimpin Redaksi Said Marsaoly menunjukkan bahwa desa ini tidak pernah tersentuh program pembangunan berkelanjutan, baik dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat sisi pembangunan Sangatlah tertinggal, padahal desa ini desa sejarah di mana saat itu Kesultanan Ternate Almarhum sultan Babullah yang berikan, namun mirisnya sampai sejauh ini pihak pemerintah belum berikan perhatian.
berdasarkan data resmi, Provinsi Maluku Utara menempati posisi atas sebagai wilayah dengan indeks kebahagiaan tinggi dan menyimpan kekayaan tambang emas, nikel, serta sumber daya alam lainnya. Namun, apa artinya semua itu jika keadilan sosial dan pemerataan pembangunan tidak dirasakan oleh masyarakat akar rumput?
Pemerintah Seakan Tutup Mata
Faduli News mempertanyakan komitmen dan kepekaan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta Pemerintah Pusat Republik Indonesia yang selama ini terkesan abai terhadap desa-desa terpencil seperti Tengowango.
Apakah slogan “Indonesia Sentris” hanya berlaku di atas kertas? Di manakah implementasi dari janji-janji pemerataan pembangunan hingga ke pelosok sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945?
> “Ini bukan hanya soal pembangunan, ini soal kemanusiaan. Negara tidak boleh lalai terhadap rakyatnya, sekecil apa pun mereka,” tegas Said Marsaoli dari lokasi investigasi.
Seruan untuk Gubernur Maluku Utara
Faduli News, sebagai media yang menjalankan fungsi kontrol sosial berdasarkan Pasal 3 UU Pers, mendesak kepada Gubernur Maluku Utara, Sherli Djoanda, untuk turun tangan langsung melihat kondisi nyata di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan yang indah di atas meja.
Rakyat di Desa Tengowango tidak butuh pidato—mereka butuh air bersih, jalan yang layak, sekolah, Puskesmas, dan jaringan komunikasi yang sudah menjadi hak dasar sebagai warga negara.
Kami juga menyerukan kepada para wakil rakyat di DPRD Halmahera Barat, DPRD Provinsi, hingga DPR RI yang berasal dari dapil Maluku Utara untuk tidak menutup mata. Wakil rakyat bukan hanya hadir saat pemilu, tapi hadir untuk membawa suara-suara sunyi dari desa seperti Tengowango ke ruang-ruang kekuasaan.
Ini Baru Satu Desa, Bagaimana dengan Lainnya?
Tengowango bukan satu-satunya desa yang terabaikan. Berdasarkan data dan investigasi awal Faduli News, masih banyak desa lain di Maluku Utara yang mengalami kondisi serupa—terisolasi, terpinggirkan, dan hidup dalam kekurangan di tanah yang katanya kaya.
Apakah kita akan terus membiarkan ketimpangan ini menjadi warisan yang berlarut?
—
Redaksi Faduli News berkomitmen untuk terus menyuarakan suara rakyat di pinggiran, karena kami percaya bahwa pers adalah alat perjuangan keadilan sosial dan kemanusiaan.
Kontak Redaksi: redaksi@fadulinews.id Tlp:085241027900-
Instagram/Facebook#OMFADULI#tiktok#Omfaduli
