Fadulinews.com | Tidore, 15 Juli 2025 Peluncuran sistem transaksi non tunai retribusi layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Rum, Kota Tidore Kepulauan, turut menandai kemitraan strategis antara pemerintah daerah dengan sektor perbankan, khususnya Bank Maluku Malut. Dalam wawancaranya, perwakilan Bank Maluku Malut, Ibu Heni Hajatudin, menyampaikan dukungan penuh pihaknya terhadap transformasi digital di Kota Tidore Kepulauan.
“Transformasi digital seperti ini sangat penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi dalam pelayanan publik,” ujar Heni, yang mewakili pimpinan Bank Maluku Malut dalam kegiatan launching.
Sebagai Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Maluku Malut Sofifi yang ditugaskan hadir mewakili kantor pusat di Kota Tidore, Heni menegaskan bahwa kehadiran MPOS (Mesin Pembayaran Elektronik) merupakan bentuk kontribusi nyata bank dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah.
MPOS Permudah Pembayaran Non Tunai
MPOS yang diluncurkan dalam acara ini akan menjadi alat utama untuk pembayaran retribusi di Pelabuhan Rum. Masyarakat kini tidak perlu lagi membawa uang tunai, karena pembayaran dapat dilakukan menggunakan kartu ATM dari bank mana pun, termasuk melalui QRIS dan e-money dari berbagai bank seperti Brizzi (BRI) dan Livin’ by Mandiri.
> “MPOS ini terbuka untuk semua. Bukan hanya nasabah Bank Maluku Malut, tapi siapa saja bisa bayar dengan ATM atau e-money mereka. Tujuannya agar masyarakat merasa lebih mudah, cepat, dan aman dalam bertransaksi,” jelas Heni.
Dengan sistem ini, kebocoran retribusi yang selama ini menjadi tantangan dapat diminimalisasi, sekaligus mendorong terciptanya pengelolaan pendapatan daerah yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi Bank dan Pemda : Menuju Tidore yang Lebih “Ceria” Bank Maluku Malut menyambut baik komitmen kuat dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan di bawah kepemimpinan Muhammad Sinen dan Wakil Walikota Abdurrahman Laiman (Abang Laiman), yang konsisten mendorong inovasi dan reformasi layanan publik berbasis digital.
> “Kami siap bersinergi lebih erat dengan Pemkot Tidore Kepulauan untuk bersama-sama mewujudkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan merata. Semoga sinergi ini terus meningkat demi Tidore yang lebih ceria dan berkemajuan,” pungkas Heni.
Peneguhan Komitmen Kehadiran Bank Maluku Malut dalam peluncuran ini tak hanya sebagai penyedia alat transaksi, tapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan agenda reformasi digital. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti di sektor kepelabuhanan, tetapi akan diperluas ke sektor lain seperti pasar, pariwisata, dan layanan retribusi publik lainnya.
(Red/Fadulinews)








