Ternate, FaduliNews – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., memberikan apresiasi kepada masyarakat dan mahasiswa yang menurutnya telah menyampaikan pendapat secara aman dan kondusif pada Senin, 1 September 2025.
“Saya atas nama Kapolda Maluku Utara mengucapkan terima kasih karena masyarakat dan mahasiswa dalam kegiatan menyampaikan aspirasinya dapat berjalan aman dan damai,” ucap Kapolda dalam keterangan resminya.
Kapolda juga menambahkan bahwa meski sempat terjadi ketegangan kecil, secara umum situasi penyampaian pendapat di Maluku Utara berlangsung kondusif. Ia pun mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga nilai adat se atorang dalam menyampaikan aspirasi.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi berbeda, khususnya pada aksi mahasiswa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate. Berdasarkan laporan sejumlah media, aksi yang awalnya berjalan tertib berakhir ricuh setelah terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian.
Dikutip dari media online kader.com, sedikitnya 26 mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya menderita cedera di kepala, patah kaki, hingga sesak napas akibat gesekan fisik dengan aparat keamanan.
Foto: korban mahasiswa dan polisi
Hingga Senin malam, yang tercatat baru korban dari pihak mahasiswa. Sementara itu, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban dari pihak aparat kepolisian (Polres Ternate) yang melakukan pengamanan. Wartawan terus berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Kapolres Ternate, AKBP Anita, namun hingga kini belum ada jawaban.
Sementara itu, aksi serupa di Kota Tidore dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan berakhir dengan dialog terbuka bersama aparat kepolisian.
Perbedaan situasi di dua kota besar ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai konsistensi narasi resmi aparat dan fakta lapangan, khususnya di Ternate, yang justru menorehkan catatan buruk dengan adanya korban mahasiswa dan polisi yang bertugas
(Faduli)














