Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Satu Data Indonesia (SDI) Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025, yang digelar di Tidore. Mengawali sambutan Wali Kota, Abdul Hakim menegaskan bahwa penerapan sistem Satu Data Indonesia bertujuan memberikan acuan dan pedoman dalam penyelenggaraan tata kelola data guna mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan. Selain itu, sistem ini juga diharapkan mampu menciptakan data yang berkualitas, mudah diakses, dan dapat dibagi-pakaikan antarinstansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Tentunya masing-masing unsur tidak mungkin bekerja sendiri-sendiri, namun tetap harus bersinergi. Untuk itu telah dibentuk Forum Satu Data tingkat daerah yang berfungsi mengoordinasikan pelaksanaan Satu Data Indonesia di daerah,” ujar Abdul Hakim.
Ia juga menambahkan bahwa upaya mengoptimalkan peran dan fungsi semua unsur penyelenggara tidak lepas dari dukungan teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hakim juga mengingatkan pentingnya data di era digital saat ini. Ia mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan Tahun 2019 yang menyebut bahwa “Data adalah kekayaan baru bangsa kita, bahkan lebih berharga dari minyak.”
“Hal ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membangun tekad dan semangat persatuan dalam mengelola sistem data yang lebih baik di Kota Tidore Kepulauan,” tambahnya.
Abdul Hakim berharap agar seluruh perangkat daerah dan instansi terkait di Kota Tidore Kepulauan terus membangun soliditas dan sinergitas dalam mendukung pelaksanaan kebijakan Satu Data Indonesia yang berkualitas di wilayah tersebut.
Sementara itu, dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Sekretaris Bapperida Kota Tidore Kepulauan, Fadli Abdullah, dijelaskan bahwa pelaksanaan Satu Data Indonesia di Kota Tidore bertujuan mendukung keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan daerah.
“Pelaksanaan Satu Data Indonesia di Kota Tidore Kepulauan ini menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antarinstansi daerah, agar tata kelola data pemerintah lebih akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Fadli.
Kegiatan Rakor tersebut turut dihadiri oleh pimpinan OPD se-Kota Tidore Kepulauan, serta menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tidore, Oki Afrizal, S.ST, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tidore Kepulauan, Marjan Djumati, S.Pd., M.Pd, dan Kepala Bidang Pemerintahan, Pembangunan Manusia dan Perekonomian (P2MP) Bapperida), Nur’aini Stofel, S.E., M.Si.
(Faduli)
Abdul Hakim Adjam Wakili Wali Kota Tidore Buka Rakor Forum Satu Data Indonesia 2025








