Puluhan Penerima BPBL di Maba Utara Belum Nikmati Listrik, Proyek Diduga Mangkrak Jelang Ramadhan

Spread the love

HALMAHERA TIMUR — Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang ditujukan bagi rumah tangga tidak mampu di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, hingga kini belum sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat penerima manfaat.(minggu/15/02/2026)

Informasi yang dikantongi Faduli1.com, Sabtu (12/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, menyebutkan bantuan yang seharusnya rampung dan segera aktif serta bisa dinikmati masyarakat sejak 30 Desember 2025 itu ternyata masih menyisakan sejumlah sambungan rumah (SR) yang belum berfungsi.

banner 336x280

Wartawan yang melakukan penelusuran lapangan menemukan pekerjaan belum tuntas di beberapa titik kawasan transmigrasi, yakni:

Trans SP 1

Trans SP 2

Trans SP 4

Desa Waleino, Jumlahnya diperkirakan sekitar ±84 meteran listrik belum diselesaikan oleh pihak pemasang (kontraktor). Akibatnya, sejumlah warga penerima bantuan hingga kini belum dapat menikmati aliran listrik.

“Kami hanya lihat tiang dan kabel, tapi lampu belum pernah berfungsi. Padahal katanya selesai akhir tahun lalu,” ungkap salah satu warga penerima manfaat.

Warga Berharap Sebelum Ramadhan Sudah Bisa Digunakan

Kondisi ini membuat masyarakat kecewa sekaligus berharap pemerintah segera turun tangan. Terlebih bulan suci Ramadhan semakin dekat.

Warga meminta agar sebelum Ramadhan, listrik sudah aktif dan bisa dinikmati masyarakat di rumah masing-masing, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar untuk aktivitas malam hari, ibadah, dan pendidikan anak.

Program Percepatan Elektrifikasi Belum Tuntas

BPBL sendiri merupakan program percepatan elektrifikasi kawasan transmigrasi yang bersumber dari Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan program belum berjalan sesuai target waktu.

Masyarakat kini berharap Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara segera menindaklanjuti dan mengevaluasi pekerjaan kontraktor agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan sekadar tercatat sebagai proyek selesai administrasi.

Jika tidak segera diselesaikan, program pengentasan kemiskinan melalui akses energi berpotensi gagal tepat sasaran.

Reporter : Ahmad.K
Editor : Faduli1.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *