TERNATE, faduli1.com – Hantaman angin kencang yang melanda Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, beberapa waktu lalu, nyaris merenggut rasa aman keluarga Risno Danel. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berlindung mengalami kerusakan parah, mulai dari dinding roboh, atap hilang, kusen hancur, hingga tidak memiliki kamar mandi dan WC.
Dalam kondisi serba terbatas, keluarga Risno hanya bisa bertahan sambil berharap adanya uluran tangan. Kondisi memilukan tersebut kini mulai berubah setelah Nasab Foundation hadir dan menangani perbaikan rumah secara menyeluruh.
Sebelum diperbaiki, rumah tersebut nyaris tak layak huni. Beberapa ruangan terbuka tanpa atap, dinding roboh menganga, serta fasilitas dasar tidak tersedia. Setiap kali hujan turun, keluarga Risno harus berjuang melindungi diri dan barang seadanya dari terpaan cuaca.
Direktur Nasab Foundation, Wahyu Firmansyah, mengatakan pihaknya memutuskan untuk menangani perbaikan rumah Risno Danel secara total setelah melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kerusakan rumah Pak Risno sangat parah. Dinding roboh, ruangan tanpa atap, kusen rusak, bahkan tidak ada kamar mandi dan WC. Karena itu kami tangani secara menyeluruh. Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi memulihkan rasa aman sebuah keluarga,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, Nasab Foundation didirikan atas inisiatif Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, dengan tujuan membantu masyarakat kurang mampu serta warga yang terdampak bencana. Seluruh kegiatan sosial yang dilakukan yayasan tersebut menggunakan pendapatan pribadi Wakil Wali Kota Ternate.
Dalam proses pembangunan, semangat gotong royong warga Kelurahan Sasa menjadi kekuatan utama. Warga bersama relawan Nasab Foundation bahu-membahu sejak pembongkaran bangunan yang tidak layak hingga pembangunan kembali rumah tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi warga. Gotong royong ini bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menguatkan keluarga Pak Risno bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.
Wahyu menegaskan, penyelesaian pembangunan rumah tersebut menjadi prioritas agar keluarga Risno dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.
“Insya Allah, sebelum Ramadan rumah ini sudah selesai. Keluarga Pak Risno bisa menjalani ibadah puasa di rumah sendiri yang layak, aman, dan penuh ketenangan,” tegasnya.
Sementara itu, Risno Danel mengaku terharu atas bantuan dan kepedulian yang diterimanya.
“Dalam kondisi seperti ini, kami tidak tahu harus berbuat apa. Bantuan ini bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan keluarga kami,” ujarnya.
Bagi keluarga Risno Danel, rumah yang sedang dibangun tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan baru untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan lebih tenang dan penuh syukur. (Tim/Red)








