Bukan Sekadar Jubir: Tessa Mahardhika Menjadi Wajah Baru Penindakan KPK

Spread the love

Faduli1—Lolosnya Tessa Mahardhika Sugiarto ke dalam tiga besar seleksi Direktur Penyelidikan KPK menandai babak penting dalam perjalanan kariernya di lembaga antirasuah. Dari posisi juru bicara hingga memimpin sementara fungsi penyelidikan, Tessa berada di tengah rentetan operasi tangkap tangan yang menyasar kepala daerah, pejabat kementerian, hingga aparat penegak hukum.( Kamis/26/12/2025)

Di sisi lain, seleksi terbuka yang diawasi ketat dan melibatkan unsur internal serta eksternal menjadi indikator arah baru penegakan hukum dan masa depan agenda pemberantasan korupsi.

banner 336x280

Lolos Tiga Besar Seleksi Direktur Penyelidikan KPK

Nama Tessa Mahardhika kembali menjadi sorotan setelah dinyatakan lolos tiga besar seleksi jabatan Direktur Penyelidikan KPK. Hal ini tercantum dalam pengumuman hasil akhir seleksi terbuka calon pejabat pimpinan tinggi pratama Nomor B/006/PANSELKPK/12/2025, yang diterima redaksi pada Rabu, 24 Desember 2025.

Dalam pengumuman tersebut, Tessa—yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyelidikan KPK—masuk dalam tiga besar bersama Achmad Taufik dari internal KPK dan Farhan dari Kejaksaan.

Pengumuman yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Ranu Mihardja pada 23 Desember 2025 tersebut menegaskan bahwa penetapan kandidat dilakukan setelah mempertimbangkan seluruh tahapan seleksi terbuka JPT Pratama.

“Mempertimbangkan hasil dari seluruh tahapan Seleksi Terbuka JPT Pratama di lingkungan KPK, dengan ini ditetapkan tiga kandidat terbaik untuk setiap jabatan,” tulis pengumuman tersebut.

Ranu juga menegaskan bahwa keputusan panitia seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Selanjutnya, tiga nama calon Direktur Penyelidikan akan diserahkan kepada pimpinan KPK untuk dipilih satu orang yang akan menduduki jabatan strategis itu.

Seleksi Transparan, Melibatkan Unsur Internal–Eksternal

Selain posisi Direktur Penyelidikan, seleksi terbuka kali ini juga mencakup lima jabatan lain:Kepala Biro Hukum, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat,Direktur Penuntutan, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi

Seleksi dimulai pada 20 Oktober 2025 dan dijadwalkan berakhir pada akhir Desember 2025. Seluruh proses dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta diawasi Badan Kepegawaian Negara melalui sistem i-MUT untuk menjamin integritas seleksi.

Pansel eksternal diketuai Ranu Mihardja dengan anggota dari berbagai latar belakang—pejabat kementerian, akademisi, hingga perwakilan lembaga antikorupsi. Sementara Pansel internal terdiri dari sejumlah deputi dan pejabat struktural KPK.

Di Era Tessa, OTT KPK Meledak di Berbagai Daerah

Sorotan publik terhadap Tessa semakin menguat karena ia menjabat Plt Direktur Penyelidikan KPK dalam periode penuh dinamika penindakan.

Beberapa operasi tangkap tangan (OTT) besar terjadi dalam masa kepemimpinannya:

Juni 2025 — OTT dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Sumut dan Satker PJN Wilayah I Sumut.

Awal Agustus 2025 — OTT kasus korupsi proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur.

13 Agustus 2025 — OTT dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan yang melibatkan PT Inhutani V.

20 Agustus 2025 — OTT dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemenaker yang menyeret Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel).

3 November 2025 — OTT Gubernur Riau Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemprov Riau.

Beberapa hari berikutnya — OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terkait suap jabatan dan proyek RSUD dr. Harjono.

OTT berikutnya — Menjerat Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dalam kasus hadiah dan gratifikasi.

Desember 2025 — OTT berturut-turut di Tangerang, Bekasi, dan Hulu Sungai Utara dengan tersangka dari unsur jaksa, kepala daerah, dan pihak swasta.

Rentetan ini memperlihatkan intensitas penindakan yang meningkat dan menempatkan Tessa sebagai figur sentral dalam strategi penyelidikan KPK.

Karier Tessa: Dari Juru Bicara ke Garda Depan Penindakan

Tessa Mahardhika mulai dikenal publik sejak menjabat sebagai Juru Bicara KPK pada 7 Juni 2024. Pada 1 Mei 2025, ia dipercaya menjadi Plt Direktur Penyelidikan, posisi yang kemudian membawanya ke pusat perhatian dalam seleksi jabatan strategis tersebut.

Dengan masuknya Tessa ke tiga besar, publik kini menanti keputusan pimpinan KPK yang akan menentukan arah baru penindakan dan wajah pemberantasan korupsi ke depan_di kutip dari indobisnis.co.id

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *