Bagi masyarakat Geti Lama, ketidakhadiran kepala desa pada saat bencana adalah tamparan keras. Warga merasa seolah ditinggalkan, padahal saat-saat seperti inilah mereka sangat membutuhkan pemimpin di garis depan.
“Kita orang ini ibarat ayam mati so lama. Tidak ada pemimpin yang mendampingi. Padahal kalau ada kades, masyarakat pasti merasa ada pegangan, ada perhatian,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Bupati Sudah Ingatkan, Tapi Dilanggar
Peristiwa ini juga mengingatkan publik pada pernyataan Bupati Halmahera selatan (Maluku Utara) , basam ali Kasuba, yang pernah menegaskan bahwa setiap kepala desa yang meninggalkan wilayahnya harus mendapatkan rekomendasi dari camat. Peringatan itu disampaikan agar kepala desa benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Namun, fakta di Geti Lama justru menunjukkan sebaliknya. Kepala desa tidak ada di tempat tanpa kejelasan, sementara masyarakat dilanda musibah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah aturan bupati itu diabaikan begitu saja?
Harapan Warga: Perhatian Serius Pemerintah
Masyarakat Geti Lama tidak menuntut sesuatu yang muluk-muluk. Mereka hanya ingin pemimpin desa selalu ada bersama rakyat, terlebih saat bencana. Kehadiran kades sangat penting, bukan hanya sebagai simbol pemerintahan, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan penjamin keselamatan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah kabupaten jangan diam. Tolong tegur dan tindak tegas. Kepala desa harus sadar, jabatan itu bukan untuk senang-senang, tapi untuk menjaga rakyatnya,” tambah warga lain.
Video amatir yang memperlihatkan warga Geti Lama kehujanan, kebanjiran, dan berjuang sendiri kini viral di media sosial. Publik menilai absennya kepala desa adalah kelalaian serius yang tidak bisa dibiarkan.
Saatnya Kepala Desa Sadar: Keselamatan Rakyat Nomor Satu
Peristiwa di tanggal 27 ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua kepala desa di Maluku Utara. Jabatan kepala desa bukan sekadar wewenang mengurus administrasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Seorang kades dituntut hadir di tengah rakyat saat suka maupun duka. Ia harus menjadi garda terdepan ketika bencana datang, bukan malah menghilang.
Warga Geti Lama kini menunggu langkah cepat dari pemerintah kabupaten, khususnya Bupati Basam Ali Kasuba, agar kejadian serupa tidak terulang. Teguran, evaluasi, bahkan sanksi perlu dipertimbangkan, sebab meninggalkan rakyat saat musibah adalah pengkhianatan terhadap amanah jabatan (**)
