Tidore Kepulauan – senin/25/08/2025 Proyek saluran air yang dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara di Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, kini jadi sorotan tajam. Pekerjaan yang terhenti sejak Juni lalu meninggalkan galian terbuka di tengah pemukiman padat. Kondisi makin mengkhawatirkan karena tanah di lokasi tersebut adalah tanah pasir yang labil, mudah tergerus hujan, dan rawan longsor.
Pantauan lapangan memperlihatkan, pagar rumah warga sudah nyaris tergerus, hanya tinggal beberapa centimeter sebelum ambruk. Material berupa batu dan pasir menumpuk di pinggir jalan, tapi tidak ada aktivitas penyusunan batu untuk memperkuat galian. Sementara itu, musim hujan terus mengguyur, menjadikan lubang galian ini sebagai bom waktu di tengah pemukiman.
Warga Hidup dalam Ketakutan
Sejumlah warga Guraping mengaku resah dengan kondisi ini. Mereka menegaskan bahwa situasi semakin berbahaya karena karakter tanah yang rapuh.
“Tanah di sini tanah pasir, begitu kena hujan langsung hanyut. Jangan tunggu pagar roboh atau rumah rusak dulu baru balai bergerak,” keluh warga setempat.
Ada pula pagar rumah yang sudah tinggal sedikit lagi terseret longsor. Jika dibiarkan, bukan hanya pagar yang hancur, tapi pondasi rumah dan akses jalan utama juga bisa ikut rusak.
Tukang Hentikan Kerja, Balai Dinilai Lalai
Menurut informasi warga, para pekerja sudah lama meninggalkan lokasi karena masalah dengan pihak kontraktor. Hingga kini, tidak ada aktivitas lanjutan maupun pengawasan serius dari BPJN Malut.
“Balai jangan jadi penonton. Kalau traktor sudah turunkan alat, pekerjaan harus diselesaikan. Jangan biarkan warga hidup dalam ancaman longsor setiap hari,” tegas warga Guraping dengan nada keras.
Risiko Kerugian hingga Korban Jiwa
Jika proyek terus dibiarkan mangkrak, risiko yang muncul bukan main-main:
-
Longsor tanah pasir bisa menggerus pagar dan pondasi rumah warga.
-
Jalan lingkungan rusak, rawan kecelakaan.
-
Potensi kerugian material hingga korban jiwa terbuka lebar.
Desakan Warga: Balai Harus Turun!
Warga mendesak Kepala BPJN Maluku Utara segera turun langsung ke Guraping untuk melihat kondisi nyata di lapangan.
“Jangan duduk di kantor saja. Cek langsung lubang ini, karena kami yang setiap hari hidup dengan ancamannya,” pinta warga.Fakta di Guraping jelas:
proyek saluran air BPJN Malut terbengkalai di atas tanah pasir yang labil. Publik menuntut jawaban: apakah BPJN akan segera melanjutkan pekerjaan, atau membiarkan masyarakat menunggu bencana?
Saat di konfirmasi Kabalai tidak Merespon meskipun sambungan tlp panggilan masuk.
#FaduliPeduli
