Fadulinews.com | Tidore – Suasana haru dan semangat terpancar dari wajah kurang lebih 900 ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang tergabung dari Daratan tidore nuku sampai kayasa saat menerima Surat Keputusan (SK) 100% tahap pertama dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, pada Senin (21/7/2025). Acara yang dipusatkan di depan Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan ini menjadi momentum bersejarah bagi para tenaga pendidik dan tenaga teknis yang selama ini menanti kepastian status kepegawaian mereka.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural, di antaranya perwakilan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pendidikan, dan jajaran pemerintah daerah lainnya. Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam yang tidak hanya menyentuh sisi administratif, tetapi juga sisi spiritual dan tanggung jawab sosial para penerima SK.
Wali Kota Ayah Erik: Ini Amanah, Bukan Sekadar Status
Dalam pidato bernuansa candaan namun sarat makna, Wali Kota menyebut bahwa program pengangkatan P3K ini menelan anggaran fantastis yang hampir menyentuh angka Rp500 miliar setiap tahunnya, karena dihitung dalam 14 bulan gaji, bukan hanya 12 bulan seperti tahun kalender biasa.
> “Jadi jangan ngoni kira cuma 3 juta lebih saja kong. Itu semua kemarin 500 miliar, dan itu bukan main-main,” ujar Wali Kota dengan gaya khasnya.
Ia menekankan bahwa meski penuh suka cita, para P3K tetap harus memahami bahwa status ini adalah bentuk tanggung jawab besar yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik oleh negara maupun oleh Tuhan.
> “Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Jadi jangan main-main dengan tugas yang diemban,” ucapnya penuh penekanan.
Peringatan Tegas untuk P3K Paruh Waktu Dalam pidatonya, Wali Kota juga menyinggung keberadaan tenaga P3K paruh waktu yang jumlahnya mencapai 1.500 orang lebih. Ia menegaskan bahwa sekalipun status paruh waktu, pemerintah tetap bertanggung jawab memberi hak gaji secara proporsional.
> “Yang full terima tiga juta delapan ratus, ya paruh waktu dibagi dua. Tapi setengah hari itu manfaatkan, bikin roti coy ka jual, daripada mengeluh,” candanya yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Namun, ia juga memberikan peringatan agar tidak ada yang seenaknya meminta pindah lokasi tugas karena hal itu akan merugikan daerah lain.
> “Jata untuk puskesmas itu terbatas. Kalau ngoni pindah semaunya, yang rugi masyarakat. Ini tanggung jawab,” tegasnya.
Ajakan Sujud Syukur dan Penerimaan Ikhlas Tak hanya mengimbau untuk bersyukur, Muhammad Sinen bahkan mengajak para P3K untuk melakukan sujud syukur secara simbolis di halaman Kantor Wali Kota, sebagai bentuk kesadaran spiritual atas amanah besar yang diterima.
Harapan untuk Generasi Abdi Negara Wali Kota menitipkan pesan moral kepada para P3K agar terus mengabdi dengan hati, menjadikan profesi sebagai ladang ibadah, dan tidak melihat pengabdian hanya dari sisi materi.
> “Kalau kita lakukan dengan baik, ini akan menambah ladang pahala bagi kita ketika kembali menghadap Sang Ilahi. Jadi tanamkan bahwa ini adalah tanggung jawab, bukan sekadar pekerjaan,” pungkasnya.
Penyerahan SK ini bukan hanya formalitas administratif, tapi juga menjadi simbol pengakuan, tanggung jawab, dan harapan bagi masa depan pelayanan publik di Kota Tidore Kepulauan. Dalam suasana penuh semangat, para P3K kembali ke wilayah tugas masing-masing dengan tekad baru sebagai abdi negara.
Reporter:Idmar
Editor:Redaksi/FaduliNews
