Dugaan Kolusi Oknum SPBU Sofifi dengan Pengecer BBM Ilegal

Spread the love

FaduliNews.com–Sofifi, Rabu- 11/juni/2025 Aksi pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dalam jumlah besar menggunakan jerigen dan dimuat dengan mobil pickup terbuka yang tidak memenuhi standar keselamatan semakin marak di Sofifi, Maluku Utara Praktik ini diduga kuat melibatkan pihak SPBU antara oknum petugas dengan pengecer, dengan transaksi yang berjalan lancar tanpa sentuhan aparat hukum.

Modus Operandi yang Terorganisir
Di SPBU Sofifi yang berlokasi di Jalan Raya Desa Galala, Kecamatan Oba, terpantau setidaknya empat mobil melakukan pengisian BBM Pertalite dan Pertamax secara berulang menggunakan jerigen. Diduga, oknum petugas SPBU menerima imbalan Rp10.000 per jerigen yang diisi. Jika dikalkulasi, keuntungan yang didapat dari praktik ini sangat besar.

Foto:Salah satu bukti mobil avanza yang sedang mengisi menggunakan gelon jarigen di SPBU Sofifi

Salah seorang sopir mobil pickup mengaku bahwa ia rutin mengambil BBM dari SPBU untuk diserahkan ke pengecer di depan SPBU. Setiap kali pengambilan, ia membawa sekitar 500 liter, padahal seharusnya SPBU memprioritaskan kendaraan yang sudah mengantri berjam-jam. BBM yang dibeli secara besar-besaran ini kemudian dijual ke warung-warung eceran di sekitar SPBU.

Pelanggaran Hukum dan Potensi Penimbunan Meskipun belum ada aturan pembatasan volume pembelian BBM menggunakan jerigen, pembelian berulang dalam jumlah besar dapat dikategorikan sebagai penimbunan, yang melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pelaku bisa dikenakan sanksi pidana jika terbukti melakukan praktik ilegal ini.

Pembelaan Pihak SPBU yang Dipertanyakan Pengawas SPBU bernama Eka mengklaim bahwa saat ini sedang dilakukan pengosongan tangki karena ada alat yang rusak, sehingga memungkinkan adanya pengisian dalam jumlah terbatas. Namun, fakta di lapangan menunjukkan aktivitas pengisian tetap berjalan lancar, bahkan dalam skala besar. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa alasan tersebut hanyalah kedok untuk menutupi praktik kolusi.

Masyarakat Menuntut Tindakan Tegas
Masyarakat menantikan langkah tegas dari Pertamina, Kementerian BUMN, dan penegak hukum untuk mengusut tuntas mafia BBM ini. Jika dibiarkan, praktik semacam ini tidak hanya merugikan negara tetapi juga berpotensi menimbulkan kelangkaan BBM bagi masyarakat umum.

FaduliNews akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan berencana menyampaikan temuan ini langsung ke PT Pertamina (Persero).

#BerantasMafiaBBM #SPBUSofifi #Pertamina #FaduliNews Media Independen, Tegas, dan Akurat #UngkapFaktaBicaraNyata

Catatan Redaksi:Jika Anda memiliki informasi terkait kasus ini, silakan hubungi redaksi FaduliNews.
-Tetap pantau update terbaru mengenai investigasi ini di platform kami, dan untuk pihak SPBU masih terus menunggu klarifikasi dan hak jawab dari pihak SPBU.

(Faduli)