Demo Front Marhaenisme Halsel, Massa Ingatkan Semua Pihak Tidak Memprovokasi Warga

Spread the love

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Front Marhaenisme Halmahera Selatan” yang berisi sejumlah pernyataan sikap serta tuntutan kepada berbagai pihak agar persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara terbuka dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Melalui pernyataan sikapnya, Front Marhaenisme Halmahera Selatan meminta agar semua pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM), tidak menyampaikan informasi atau pernyataan yang berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat Soligi dan Kawasi yang dapat mengganggu keharmonisan warga di wilayah Obi.

Selain itu, massa aksi juga berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk memanggil pihak-pihak yang diduga menyampaikan pernyataan dengan mengatasnamakan rakyat namun berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Front Marhaenisme juga meminta Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk memfasilitasi klarifikasi terbuka dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, di antaranya Arifin Saroa dan Alimus Ladamuli, guna memberikan penjelasan terkait persoalan kepemilikan lahan agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

Dalam jalannya aksi, situasi sempat memanas setelah terlihat adanya pembakaran ban di sekitar lokasi demonstrasi. Beberapa pihak menduga tindakan tersebut dipicu oleh oknum yang berada di sekitar lokasi aksi dan berpotensi memancing reaksi massa.

Sejumlah peserta aksi menilai tindakan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan tujuan utama demonstrasi yang sejak awal dimaksudkan sebagai penyampaian aspirasi secara terbuka dan damai.

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi secara baik-baik, sehingga diharapkan semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang dapat memperkeruh suasana,” ujar salah satu peserta aksi di lokasi.

Front Marhaenisme Halmahera Selatan juga mengimbau masyarakat Soligi dan Kawasi agar tetap menjaga situasi yang kondusif serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu dapat dipastikan kebenarannya.

Mereka juga berharap aparat kepolisian dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas keamanan, termasuk menindaklanjuti berbagai informasi terkait pihak-pihak yang mengatasnamakan koalisi atau aliansi pemerhati adat yang disebut-sebut melakukan aktivitas di wilayah objek vital perusahaan.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan hingga massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Front Marhaenisme menegaskan bahwa tujuan utama dari aksi tersebut adalah mendorong penyelesaian persoalan secara terbuka dan adil, sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat agar tetap kondusif.(Tim/Red)