Fadulinews.com | TIDORE – Kunjungan Duta Besar Spanyol ke Kota Tidore Kepulauan, khususnya di Kelurahan Mareku, kembali menyisakan kesan beragam dari masyarakat. Meski kunjungan tersebut disambut antusias oleh sebagian warga, namun tidak sedikit yang menilai belum ada dampak nyata dari segi pembangunan, khususnya infrastruktur wisata sejarah.
Seorang warga Mareku yang enggan disebut namanya menyampaikan kekecewaannya terhadap kunjungan yang sudah berulang kali dilakukan.
“Sejauh ini, hampir setiap kunjungan Dubes Spanyol ke Tidore, khususnya ke Mareku, belum terlihat ada langkah konkret baik dari Pemerintah Kota Tidore maupun Pemerintah Spanyol dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata sejarah di Mareku. Mungkin secara diplomatik sudah kuat, tapi dampak fisiknya belum terasa,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti posisi historis Mareku sebagai lokasi pendaratan tokoh pelayaran dunia, Juan Sebastian Elcano.
“Mungkin dari segi geografis kita kalah dari Tugulufa yang memang strategis. Tapi secara historis, Mareku adalah titik pendaratan Elcano, dan itu diakui oleh Dubes Spanyol sendiri,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Daud, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah merespons serius kunjungan tersebut. Ia mengatakan, langkah konkret tengah dipersiapkan.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota setelah pertemuan di Tugulufa, kami diperintahkan untuk menyiapkan master plan pembangunan wisata sejarah dan budaya. Ini akan jadi dasar kolaborasi dengan Pemerintah Spanyol dalam menentukan skala prioritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Daud juga menyinggung pentingnya hubungan sejarah antara Spanyol dan Tidore, khususnya Mareku, sebagai bagian dari jalur rempah dan sejarah global.
“Mareku merupakan tempat pendaratan kapal Juan Sebastian Elcano pada 11 Desember 1521, di mana sekitar 2,73 kuintal cengkih diangkut saat itu. Ini bukan hanya penting secara lokal, tetapi juga dalam konteks sejarah perdagangan dunia,” katanya.
Menutup pernyataannya, Daud berharap Pemerintah Spanyol juga dapat turut andil dalam pelestarian sejarah di Tidore.
“Kami berharap Pemerintah Spanyol bisa membantu merevitalisasi situs-situs dan artefak sejarah yang ada di Tidore, sehingga hubungan kedua negara bukan hanya diplomatis, tapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.
Jurnalis : M. Laskar Alting
Reporter : M. laskar Alting
