Satu Hari Penentu, Ribuan Warga dan Mahasiswa Siap Kepung PT IWIP

Spread the love

Halmahera Tengah, Faduli1.com– Ultimatum masyarakat kepada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) kini memasuki fase paling krusial. Dari tenggat dua hari yang diberikan pasca aksi besar-besaran, kini satu hari telah terlewati, menyisakan Selasa sebagai kesempatan terakhir bagi perusahaan untuk menyelesaikan janji yang disampaikan kepada warga.

Aksi sebelumnya yang melibatkan ratusan warga dari Desa Lelilef Sawai dan Lelilef Waibulan bergerak sejak pukul 08.30 WIT hingga sekitar 15.30 WIT. Aksi itu berakhir setelah perwakilan masyarakat difasilitasi bertemu pihak perusahaan oleh Kapolres Halmahera Tengah bersama Dandim, lalu massa membubarkan diri dan arus lalu lintas kembali normal.

Namun kini tekanan terhadap perusahaan jauh lebih besar. Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan, jika hingga Selasa tuntutan belum juga dituntaskan, maka ribuan warga, pemuda, dan mahasiswa akan turun mengepung PT IWIP.

“Kemarin mungkin hanya ratusan warga, tapi kalau Selasa belum tuntas, ribuan warga, pemuda dan mahasiswa akan kepung PT IWIP demi keadilan,” tegas salah satu sumber massa.

Peringatan ini menjadi alarm serius mengingat jalur lingkar tambang yang sebelumnya dikepung massa merupakan satu-satunya akses utama mobilitas pekerja, kendaraan logistik, angkutan umum, serta pengguna jalan menuju rute Gemaf–Sagea.

Dalam aksi sebelumnya, ribuan pekerja, pengguna mobil, sepeda motor, hingga transportasi umum ikut terdampak akibat antrean panjang dan lumpuhnya akses jalan.

Jika perusahaan kembali dinilai mengulur waktu atau hanya menyampaikan janji tanpa bukti nyata, maka potensi aksi susulan dengan jumlah massa lebih besar diperkirakan akan membawa dampak yang jauh lebih luas terhadap aktivitas publik dan operasional kawasan tambang.

Tokoh masyarakat Halmahera Tengah, Wahab Nurdin, menilai sisa satu hari ini harus dimanfaatkan PT IWIP untuk menjawab seluruh tuntutan secara konkret agar situasi tidak berkembang lebih jauh.

“Kalau waktu yang tersisa ini tidak dimanfaatkan, maka aksi yang lebih besar sangat mungkin terjadi karena ini sudah menyangkut rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

Kini Selasa menjadi hari penentu, apakah PT IWIP mampu memenuhi janji kepada masyarakat atau justru menghadapi gelombang aksi baru dalam skala ribuan massa yang melibatkan warga, pemuda, dan mahasiswa.

Jika tidak ada langkah nyata, maka bukan hanya perusahaan yang menghadapi tekanan, tetapi ribuan pekerja dan seluruh pengguna jalan kembali berpotensi menjadi korban lumpuhnya akses lingkar tambang.

(Tim/Red)