Proyek Rp27,7 Miliar Pelabuhan Saketa Capai 65 Persen, Serap Tenaga Kerja Lokal dan Diharapkan Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Politik188 Dilihat
Spread the love

HALMAHERA SELATAN, Faduli1.com – Pembangunan Replacement Fasilitas Pelabuhan Laut Saketa di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Hingga awal Juli 2026, pekerjaan fisik proyek yang dibiayai melalui Anggaran Kementerian Perhubungan RI tersebut telah mencapai sekitar 65 persen.(Sabtu/11/07/2026)

Proyek strategis yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Saketa ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp27.760.041.151. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dimulai sejak 28 Januari 2026, dengan masa pelaksanaan 330 hari kalender, dan ditargetkan rampung pada 23 Desember 2026.

Pekerjaan konstruksi dipercayakan kepada PT Wijaya Sahabat Nusantara, dengan pengawasan oleh CV Prisma Karya Nusantara.

Pelaksana proyek, Sumar Giong, mengatakan bahwa hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai sekitar 65 persen. Menurutnya, pekerjaan masih difokuskan pada penyelesaian struktur utama yang membutuhkan ketelitian tinggi, terutama pada pemasangan tiang pancang.

“Untuk kegiatan saat ini, progres pekerjaan sudah kurang lebih mencapai 65 persen. Yang paling besar saat ini adalah pekerjaan pengadaan dan pemasangan tiang pancang karena menggunakan tiang dengan ukuran yang cukup panjang,” jelas Sumar kepada Faduli1.com saat ditemui di lokasi proyek.

Foto:Sumar sebagai SM di proyek pelabuhan UPP kelas lll Saketa

Ia menerangkan bahwa sejumlah pekerjaan penting telah berhasil diselesaikan, mulai dari pemasangan abutment, pile cap, hingga pekerjaan lantai yang telah mencapai sekitar setengah dari target.

Sementara itu, untuk pekerjaan upper structure atau struktur bagian atas, progresnya telah mencapai sekitar 45 persen.

“Abutment dan pile cap sudah selesai. Untuk lantai sudah sekitar setengah pekerjaan, sedangkan upper structure sekitar 45 persen. Total bentang pekerjaan sepanjang 47 meter dan saat ini yang sudah dikerjakan sekitar 15 meter,” katanya.

Selain mengejar target penyelesaian, pihak kontraktor juga memastikan seluruh pekerjaan mengikuti standar teknis yang ditetapkan pemerintah.

Untuk pekerjaan pile cap, digunakan besi berdiameter 19 milimeter, sedangkan lantai menggunakan besi 13 milimeter dengan jarak pemasangan 15 sentimeter.

Menurut Sumar, penggunaan material tersebut mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan agar konstruksi memiliki kekuatan dan daya tahan sesuai standar keselamatan.

Terkait kebutuhan material pengecoran, khususnya semen, ia menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan acuan resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum.

“Untuk setiap tiang kami mengacu pada GMF dari Pekerjaan Umum. Kebutuhan semen sekitar 630 kilogram per meter kubik atau kurang lebih 11,5 sak semen. Semua diaplikasikan di lapangan sesuai komposisi dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan,” ujarnya.

Libatkan Putra Daerah

Di balik pembangunan fisik, proyek ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Salah satu yang paling dirasakan adalah keterlibatan anak-anak kampung dan putra daerah dalam proses pembangunan.

Sejak pekerjaan dimulai, kontraktor memberikan kesempatan kepada warga setempat untuk ikut bekerja dalam berbagai tahapan proyek sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Desa Saketa dan wilayah sekitarnya.

Langkah ini mendapat apresiasi karena dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang sedang dibangun.

 

Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi

Pembangunan fasilitas Pelabuhan Saketa diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi laut di wilayah Gane Barat dan Kabupaten Halmahera Selatan secara umum.

Dengan fasilitas pelabuhan yang lebih representatif, aktivitas bongkar muat barang, distribusi logistik, hingga mobilitas penumpang diyakini akan semakin lancar.

Masyarakat berharap proyek senilai hampir Rp28 miliar tersebut dapat selesai sesuai target pada akhir Desember 2026 sehingga manfaatnya segera dirasakan, baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar pelayanan transportasi laut, maupun membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.

Di sisi lain, keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bukti bahwa proyek pemerintah tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan sumber daya manusia di daerah. (Faduli)