PIDATO WALIKOTA MUHAMMAD SINEN : DIGITALISASI RETRIBUSI, REFORMASI PELABUHAN, DAN ARAH BARU PELAYANAN PUBLIK TIDORE KEPULAUAN

Spread the love

Fadulinews.com | Tidore, 15 Juli 2025 Peluncuran sistem digitalisasi retribusi non tunai di Pelabuhan Rum, Tidore Kepulauan bukan hanya menjadi momen simbolis, melainkan titik awal pembenahan menyeluruh terhadap sistem layanan publik. Dalam pidatonya yang lugas, Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menekankan pentingnya digitalisasi sebagai pilar utama tata kelola keuangan daerah yang transparan dan efisien.

Di hadapan jajaran pejabat, ASN, tokoh masyarakat, dan unsur legislatif, Walikota menegaskan bahwa penerapan kartu e-money atau sistem pembayaran non tunai adalah wujud keseriusan pemerintah daerah dalam memperkecil kebocoran retribusi dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia pun menekankan bahwa ASN dan pejabat harus menjadi contoh pertama dalam menggunakan sistem ini.

> “Digitalisasi ini bukan tren biasa. Ini keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Saya mohon seluruh ASN, termasuk saya dan Wakil Walikota, wajib punya kartu ini. Karena ini bukan cuma urusan teknologi, ini urusan masa depan keuangan daerah kita,” tegasnya.

Digitalisasi dan Efek Domino terhadap PAD Walikota optimis, jika sistem ini diterapkan secara serius, maka pada 2026 dan seterusnya, PAD Kota Tidore Kepulauan akan mengalami peningkatan signifikan. Ia bahkan mengaitkan hal ini langsung dengan kesejahteraan ASN dan masyarakat.

> “Kalau PAD naik, daftar gaji ASN bisa naik, pendapatan masyarakat juga ikut meningkat. Ini saling terkait,” ujarnya.

Namun, ia juga mewanti-wanti agar program ini tidak menjadi sekadar seremoni yang “panas-panas tahi ayam.” Ia menekankan pentingnya konsistensi dan implementasi berkelanjutan, serta keterlibatan aktif semua pihak, termasuk Dinas Perhubungan dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Dukungan untuk Perbankan dan Pemerataan Ekonomi Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD Maluku-Malut, BRI, dan Bank Mandiri atas dukungan mereka dalam program digitalisasi ini. Ia menekankan bahwa masuknya banyak bank ke suatu daerah adalah indikator positifnya putaran ekonomi.

> “Kalau bank banyak masuk ke daerah, itu tandanya ekonomi daerah bergerak. Pemerintah juga harus beri perlakuan adil kepada semua bank,” katanya.

Ia berharap semua bank yang hadir di Tidore mendapat perhatian merata dari pemerintah daerah agar tumbuh secara sehat dan berkontribusi pada pembangunan.

Evaluasi Infrastruktur dan Citra Kota Dalam bagian akhir pidatonya, Walikota menyoroti pentingnya memperhatikan kondisi terminal dan pelabuhan sebagai wajah depan kota.

> “Pelabuhan Rum ini jadi cerminan pusat kota. Kalau orang luar baru masuk dan sudah liat kondisi terminal kacau, citra kota rusak,” jelasnya.

Ia menyindir dengan gaya khas Tidore, agar pelabuhan tidak seperti rumah sakit jiwa—“luar bagus, dalam parah.” Ia juga mengingatkan agar penataan tempat jualan dan operasional sopir speedboat diperhatikan dengan serius demi keselamatan dan kenyamanan.

Kebijakan Hari Jumat : Menuju Pola Kerja Baru Menariknya, dalam pidato tersebut, Walikota juga menyampaikan kebijakan baru terkait aktivitas hari Jumat. Ia mengusulkan pembatasan aktivitas laut dan darat pada hari Jumat pukul 06.00–09.00 WIT dan pembukaan kembali setelah pukul 14.00, sebagai bagian dari rencana penyesuaian sistem kerja ASN empat hari kerja.

> “Mari biasakan dulu, meski perda belum keluar. ASN bisa kerja dari rumah hari Jumat. Ini bagian dari efisiensi dan penataan waktu,” ucapnya.

Kebijakan ini disebut akan segera dibahas bersama DPRD, Organda, koperasi, dan para stakeholder transportasi lainnya.

Pidato Walikota Muhammad Sinen menjadi refleksi kepemimpinan yang tidak hanya fokus pada simbolik peluncuran, tapi menyentuh esensi reformasi layanan, tata kelola keuangan, hingga pembentukan kebiasaan kerja baru yang lebih produktif dan relevan dengan era digital.

(Red/Fadulinews)