Pembekalan KKN Unkhair, Sekda Ternate Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Mahasiswa

Spread the love

Faduli1.com – Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai upaya mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Rizal saat menjadi narasumber dalam kegiatan pembekalan mahasiswa KKN Tahap I Universitas Khairun yang berlangsung di Aula Banau, Kampus I Unkhair, Rabu (17/6/2026).

Dalam materinya, Rizal mengingatkan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat serta menghadirkan solusi yang kreatif dan inovatif.

Menurutnya, meski masa pelaksanaan KKN relatif singkat, kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat dan mendukung pembangunan di tingkat kelurahan.

“Walaupun dalam waktu yang singkat, paling tidak kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan sesuatu yang berbeda bagi pembangunan di kelurahan dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, keberhasilan program KKN sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Karena itu, mahasiswa diharapkan menjalin koordinasi dan sinergi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta berbagai komunitas yang ada di lokasi penempatan.

Ia juga memastikan Pemerintah Kota Ternate siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program-program mahasiswa di lapangan, termasuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di kelurahan untuk menunjang kegiatan KKN.

“Kami siap membantu memfasilitasi berbagai kegiatan mahasiswa KKN. Di kelurahan juga tersedia berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program kerja yang telah disusun kampus,” jelasnya.

Selain mendorong kolaborasi, Rizal juga mengajak mahasiswa untuk lebih jeli melihat peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang tersedia di wilayah KKN. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan konsep ekonomi biru berkelanjutan yang dinilai memiliki prospek besar bagi daerah kepulauan.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu bekerja sendiri dalam menjalankan program-program pengabdian. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar program yang dilaksanakan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Mahasiswa tidak harus bekerja sendiri, tetapi harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memaksimalkan pelaksanaan program di lapangan,” tuturnya.

Di akhir pembekalan, Rizal berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana pengabdian yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Redaksi)