Proyek Asal Jadi Dibongkar, Pelabuhan Bastiong Kembali Tunjukkan Wajah Buruk Pelayanan Publik

Spread the love
FaduliNews_Ternate,(Senin15/12/2025)
“Pelabuhan Bastiong,Pantauan langsung wartawan Faduli di zona terminal penumpang  (pukul: 10:50 Wit) menit)menemukan pekerjaan proyek teras ruang tunggu penumpang yang dikerjakan tanpa mutu, tanpa standar, dan tanpa rasa tanggung jawab. Proyek di bawah pengelolaan PT Pelindo (Persero) Cabang Ternate itu kini dibongkar, meski baru saja dikerjakan, setelah kualitas bangunannya dinilai buruk dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jasa pelabuhan.
Foto: pintu masuk pelabuhan bastiong Ternate yang di kelola oleh PT. Pelindo 4

Di lapangan, teras yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi penumpang justru tampak semrawut, tidak presisi, dan menggunakan material berkualitas rendah. Finishing bangunan terlihat kasar, konstruksi tidak rapi, serta jauh dari standar fasilitas publik yang layak. Fakta bahwa bangunan belum lama selesai namun sudah dibongkar menjadi bukti nyata bahwa pekerjaan tersebut dilakukan asal jadi.

Sumber internal pelabuhan yang ditemui wartawan Faduli menyebutkan, proyek tersebut dikerjakan tanpa pengawasan maksimal dan terkesan hanya mengejar penyelesaian fisik, bukan kualitas dan keselamatan.

“Ini bukan soal kecil. Baru selesai, tapi sudah rusak. Ini kerja asal-asalan. Karena ini tempat umum, akhirnya langsung dibongkar,” ungkap sumber tersebut.

Pembongkaran mendadak ini memunculkan pertanyaan serius terkait perencanaan proyek, pengawasan teknis, hingga penggunaan anggaran di lingkungan Pelabuhan Bastiong. Bagaimana mungkin proyek yang baru dikerjakan bisa langsung dibongkar jika sejak awal pengawasan dan kontrol kualitas berjalan sebagaimana mestinya? Kondisi ini mengindikasikan lemahnya fungsi manajemen dan pengendalian internal PT Pelindo Cabang Ternate.

Masalah di Pelabuhan Bastiong tidak berhenti pada proyek fisik. Buruknya tata kelola pelayanan juga kembali dikeluhkan masyarakat pengguna jasa. Wartawan Faduli mencatat kondisi terminal yang tidak tertata, dengan kendaraan keluar-masuk tanpa pengaturan jelas, serta sepeda motor bebas parkir di dalam area pelabuhan, seolah kawasan tersebut tanpa pengelola.

Kondisi ini bahkan menuai keluhan dari Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang merasa keselamatan kerja mereka terancam.

Foto: sejumlah motor yang parkir di dalam area pelabuhan

“Motor parkir sembarangan di dalam area pelabuhan. Ini mengganggu aktivitas bongkar muat dan sangat berbahaya,” keluh salah satu TKBM.

Situasi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan lapangan, padahal Pelabuhan Bastiong adalah fasilitas vital dan menjadi etalase pelayanan transportasi laut Kota Ternate. Ketidaktertiban yang terus dibiarkan hanya akan meningkatkan risiko kecelakaan dan merugikan masyarakat luas.

Saat dikonfirmasi wartawan, Manager PT Pelindo IV Cabang Ternate, Anwar Pae, menyatakan akan menegur para pekerja yang mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sementara Oce, selaku pengelola Pelabuhan Bastiong, menyampaikan akan menegur keras pekerja yang tidak menjalankan pekerjaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Namun, bagi wartawan Faduli, pernyataan tersebut tidak cukup menjawab akar persoalan. Teguran setelah masalah mencuat bukan solusi. Yang dibutuhkan adalah evaluasi menyeluruh, transparan, dan bertanggung jawab terhadap seluruh proyek dan sistem pengelolaan Pelabuhan Bastiong—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga penegakan disiplin di lapangan.

Jika pola kerja asal jadi, lemahnya pengawasan, dan pembiaran ketidaktertiban ini terus berlangsung, maka Pelabuhan Bastiong akan terus menjadi contoh buruk pengelolaan fasilitas publik yang abai terhadap keselamatan dan kepentingan rakyat. Pada akhirnya, masyarakatlah yang kembali menjadi korban dari proyek-proyek yang dikerjakan tanpa integritas dan tanpa rasa malu.

(Tim/Red)