FaduliNews_Tidak banyak pejabat muda yang mampu menjaga keseimbangan antara dunia birokrasi yang penuh aturan dan denyut kehidupan rakyat kecil yang serba sederhana. Namun, di Kota Ternate, nama Rizal Marsaoly hadir sebagai pengecualian. Sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), ia bukan hanya seorang birokrat teknis yang mengatur jalannya administrasi pemerintahan, melainkan juga menjadi sahabat dekat para pedagang kecil, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kota.(senin/08/09/2025)
Bagi saya, Rizal Marsaoly adalah cerminan generasi muda yang membawa energi baru ke dalam birokrasi. Ia tidak bersembunyi di balik meja kerja, melainkan sering terlihat hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung keluhan, dan merespons dengan cepat. Inilah gaya kepemimpinan yang langka—merakyat, sederhana, namun penuh ketegasan.
Salah satu buktinya adalah perhatiannya terhadap Pandara Kananga, kawasan kuliner tepi laut yang kini menjadi wajah baru Kota Ternate. Kawasan ini bukan hanya ruang makan, melainkan juga ruang hidup bagi banyak keluarga yang menggantungkan rezekinya di sana. Ketika para pedagang mengeluhkan rusaknya fasilitas penunjang seperti kamar mandi, drainase, dan kebersihan, Rizal tidak tinggal diam. Ia memastikan perbaikan segera dilakukan, karena baginya keberlangsungan UMKM sama artinya dengan menjaga denyut nadi ekonomi Ternate.
Saya melihat, Rizal Marsaoly memiliki kepekaan yang tidak semua pejabat punya. Ia mengerti bahwa pembangunan bukan hanya soal angka dalam laporan, melainkan kenyamanan pedagang kecil yang setiap hari berjuang untuk bertahan hidup. Ia tahu, senyum para pedagang di Pandara Kananga jauh lebih berarti daripada sekadar rapat-rapat formal tanpa aksi nyata.
Lebih dari itu, Rizal juga melihat kawasan kuliner ini dalam perspektif yang lebih luas. Baginya, Pandara Kananga bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga ruang budaya, ruang wisata, dan ruang interaksi sosial. Di situlah Ternate bisa menampilkan identitasnya kepada dunia, melalui kuliner, pemandangan, dan keramahan rakyatnya.
Sebagai generasi muda, Rizal berhasil menampilkan wajah birokrasi yang segar. Ia tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Ia sering turun, menyapa, bahkan duduk santai bersama para pedagang, mendengar cerita mereka, dan memberikan semangat agar tidak menyerah. Bagi saya, ini adalah tanda bahwa Rizal Marsaoly bukan sekadar pejabat, melainkan bagian dari rakyat itu sendiri.
Saya yakin, jika birokrasi Kota Ternate terus dipimpin oleh sosok-sosok seperti Rizal, maka arah pembangunan akan semakin jelas: berpihak kepada rakyat, mendukung UMKM, dan memberi ruang bagi ekonomi kreatif untuk tumbuh. Dengan semangat “Bersinergi Itu Energi”, Rizal telah menunjukkan bahwa sinergi bukanlah slogan kosong, melainkan energi nyata yang mendorong perubahan.
Sebagai Om Faduli, saya melihat Rizal Marsaoly bukan hanya seorang Sekda, tetapi juga generasi muda teladan. Ia adalah birokrat visioner yang mengerti bahwa masa depan Ternate tidak dibangun dengan jarak, melainkan dengan kedekatan; tidak dengan sekadar program, melainkan dengan aksi nyata; dan tidak dengan retorika, melainkan dengan keberpihakan.
Di mata saya, Rizal Marsaoly adalah simbol harapan baru. Harapan bahwa birokrasi bisa hadir dengan wajah manusiawi. Harapan bahwa UMKM tidak akan pernah berjalan sendirian. Harapan bahwa Ternate akan terus tumbuh, dengan rakyat kecil sebagai pusat perhatiannya.
Dan untuk semua itu, satu hal yang saya ingin katakan: Sekretaris Rizal Marsaoly adalah energi muda yang membuat Ternate tidak hanya bergerak, tetapi juga bersinar.
#FADULIPEDULI
