Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru di SDN Kalibaru 01 Pagi: 20 Korban, PII Desak Investigasi Tuntas

Spread the love

FaduliNews — Jakarta Utara.Kecelakaan tragis terjadi di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) pagi. Sebuah mobil operasional program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hilang kendali dan menabrak puluhan siswa serta seorang guru di lingkungan sekolah.

Mobil Melaju Hingga Masuk ke Lapangan Sekolah

Insiden ini melibatkan mobil GranMax putih bernomor polisi B-2093-UIU, yang tengah bertugas mengantarkan makanan MBG. Mobil tersebut tiba-tiba melaju tak terkendali, masuk ke area sekolah, dan berhenti di lapangan halaman sekolah tepat di area ring basket.

Para siswa yang berada di lokasi langsung berlarian dan menjerit panik, sementara guru-guru berusaha melakukan penyelamatan darurat.

20 Korban Luka-Luka, 1 Siswa di ICUA kibat, kecelakaan ini, tercatat 20 korban luka-luka terdiri dari:19 siswa 1 guru,Sebanyak 15 korban dirawat di RSUD Cilincing,sementara 4 korban lainnya dirawat di RSUD Koja. Satu siswa mengalami luka berat dan saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.

“Situasi sempat kacau, anak-anak histeris,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Sopir Diamankan, BGN Turun Tangan,Pihak kepolisian telah mengamankan sopir mobil GranMax untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan kelalaian.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, membenarkan kejadian tersebut dan segera menuju lokasi untuk memantau kondisi di lapangan dan memastikan penanganan korban.

Brigade Pelajar Islam Indonesia: “Keselamatan Pelajar Harga Mati!”Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) Jakarta menyampaikan pernyataan resmi menanggapi kecelakaan yang menimpa para pelajar di Cilincing. Komandan Brigade menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa.

Dalam pernyataannya, PII menyampaikan: “Dengan hati yang berduka, kami menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi. Sebuah kendaraan operasional yang seharusnya mendukung program pemerintah justru menjadi sumber petaka. Ini adalah pukulan bagi dunia pendidikan.”

PII mengeluarkan tiga sikap resmi:

1. Solidaritas untuk Para Korban

PII menyampaikan doa dan dukungan moral bagi seluruh korban serta keluarga yang terdampak, berharap proses pemulihan berjalan lancar.

2. Tuntutan Investigasi Tuntas

PII menuntut pihak kepolisian melakukan penyelidikan transparan dan akuntabel atas penyebab mobil MBG bisa masuk hingga ke lapangan sekolah.
“Tidak boleh ada pihak yang luput dari proses hukum,” tegas mereka.

3. Jaminan Keamanan Sekolah

PII mendesak pemerintah daerah untuk memperketat protokol keamanan, khususnya pengawasan kendaraan operasional yang masuk ke lingkungan sekolah.
Sekolah, menurut mereka, harus benar-benar menjadi zona aman bagi pelajar.

Ajakan untuk Evaluasi dan Perbaikan Sistem Keamanan Sekolah,Insiden ini menjadi alarm keras bagi semua pihak terkait keselamatan anak-anak di lingkungan pendidikan. Diperlukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, khususnya terkait mobilitas kendaraan operasional di area sekolah.

FaduliNews akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menghadirkan update terbaru dari pihak kepolisian, pemerintah, serta kondisi para korban.

 

(Tim/Red)