Menuju Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Pemuda Obi Dapat Bekal Keahlian Industri Nikel

Spread the love

“Inisiatif vokasi PELITA adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas SDM lokal. Ini bagian dari strategi agar masyarakat bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dengan kompetensi yang teruji,” ujar Broto.

Sebagai perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, Harita Nickel saat ini menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja. Sekitar 85 persen merupakan warga negara Indonesia, dan kurang lebih 50 persen berasal dari Maluku Utara. Program PELITA menjadi salah satu strategi berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi talenta lokal dalam struktur operasional perusahaan.

Selama tiga bulan ke depan, para peserta akan menjalani pelatihan intensif pengoperasian Overhead Crane, dipadukan dengan pembinaan mental, fisik, serta kedisiplinan kerja industri. Skema ini diharapkan membentuk tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja profesional.

“Target kami jelas, membuka peluang karier yang lebih luas bagi pemuda lokal. Sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap bekerja di lingkungan operasi perusahaan,” tambahnya.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh La Rehan, peserta asal Desa Soligi. Sebelumnya bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas, ia melihat PELITA sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Saya sangat senang bisa terpilih. Program ini memberi kesempatan bagi kami warga lokal yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri. Semoga ini menjadi batu loncatan untuk karier saya ke depan,” ungkapnya.

Program PELITA telah berjalan dalam beberapa angkatan. Angkatan pertama mencetak 14 operator Wheel Loader. Angkatan kedua meluluskan 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) milik PT Halmahera Jaya Feronikel. Sementara itu, angkatan ketiga yang berfokus pada keahlian Bahasa Mandarin telah meluluskan 22 peserta yang akan memasuki tahap pemagangan.

Konsistensi pelaksanaan PELITA mencerminkan pendekatan perusahaan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan di Pulau Obi. Melalui penguatan kompetensi lokal, perusahaan tidak hanya mendorong pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi operasional yang aman, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.

(Red/F1)