TIDORE, Faduli1.com – Warga di sekitar perairan antara Pulau Tidore,Maitara dan Pulau Ternate khusus nya penumpang motor kayu menuju rum tidure,dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat anak kecil yang terapung di laut, tepatnya di kawasan Tanjung Mafu Gogo, Kelurahan Rum Balibunga, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Senin (16/3/2026) pagi.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh penumpang sebuah kapal motor kayu yang melintas dari Ternate menuju Tidore sekitar pukul 06.00–07.00 WIT. Salah satu penumpang melihat sosok mencurigakan yang mengapung di laut dan meminta juragan kapal untuk mendekat guna memastikan.
Kapolsek Tidore Utara, Ipda Irwan sanjaya menjelaskan bahwa setelah kapal kayu yang tulisan brengsek mendekat, para penumpang memastikan bahwa sosok tersebut adalah seorang anak kecil yang sudah tidak bernyawa
“Sekitar pukul 07.00 WIT ada kapal kayu dari Ternate menuju Tidore. Salah satu penumpang melihat sosok yang terapung di laut lalu menyampaikan kepada juragan kapal untuk kembali mendekat dan memastikan,” jelas Ipda I. Sangaji.
Setelah memastikan kejadian tersebut, penumpang kapal kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian. Mendapat laporan itu, Kapolsek langsung memerintahkan anggota untuk mengevakuasi korban.
“Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Ome untuk dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter,” tambahnya.
Sementara itu, dokter yang melakukan pemeriksaan awal menyampaikan bahwa kondisi jasad korban masih dalam keadaan utuh dan belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
“Kalau dilihat dari kondisi mayat, belum ada tanda-tanda pembusukan. Mayat masih terlihat mulus dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ungkap dokter.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia sekitar 6 hingga 7 tahun, atau berada pada rentang usia di atas 5 tahun namun di bawah 10 tahun.
Saat ditemukan, korban mengenakan baju berwarna hitam dan celana berwarna putih, serta masih menggunakan popok. Tidak ditemukan sandal maupun sepatu di sekitar tubuh korban.
Dokter juga memperkirakan korban kemungkinan meninggal sekitar 24 jam sebelum ditemukan, meskipun penentuan waktu kematian pada kasus di perairan cukup sulit karena kondisi air dapat memperlambat proses perubahan pada tubuh.
Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian anak tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anak dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor kepada pihak berwajib.(ID)
