HALMAHERA TENGAH, FADULI1.COM – Gelombang kemarahan warga Desa Lelilef Sawai dan Lelilef Waibulen pecah dalam aksi besar-besaran di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Senin (30/3/2026). Massa dalam jumlah besar mengepung akses perusahaan hingga menyebabkan jalur lingkar tambang lumpuh total.
Aksi yang dipusatkan di jalur strategis kawasan industri itu membuat arus kendaraan dari dan menuju wilayah Gemaf–Sagea tidak bergerak. Antrean panjang kendaraan roda dua, mobil operasional, bus pekerja, truk logistik, hingga angkutan umum masyarakat mengular di sepanjang ruas jalan.
Tidak hanya ribuan pekerja yang terjebak di bawah terik matahari, warga pengguna angkutan umum juga ikut terdampak akibat kemacetan total yang berlangsung selama aksi berlangsung.
Massa menilai langkah mengepung akses perusahaan merupakan bentuk akumulasi kekecewaan atas janji-janji PT IWIP yang dinilai belum kunjung diwujudkan, terutama menyangkut kebutuhan dasar masyarakat di desa ring satu.
“Kami sudah terlalu sering mendengar janji. Hari ini kami datang bukan untuk mendengar penjelasan lagi, tapi meminta kepastian,” tegas salah satu orator di tengah aksi.
Suasana semakin memanas ketika massa memperketat titik kumpul di jalur lingkar tambang, sehingga aktivitas kendaraan operasional perusahaan dan mobilitas masyarakat praktis lumpuh.
Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan yang awalnya berkaitan dengan tuntutan air bersih, debu jalan, kerusakan rumah, hilangnya pendapatan kos-kosan warga, serta transparansi program pemberdayaan masyarakat kini telah berkembang menjadi tekanan langsung terhadap aktivitas perusahaan.
Di lokasi, aparat gabungan terlihat melakukan pengamanan ketat untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh. Meski begitu, massa tetap bertahan dan menegaskan akan terus mengawal janji perusahaan hingga ada bukti nyata di lapangan.
Warga bahkan telah memberikan ultimatum dua hari kepada manajemen PT IWIP untuk segera menyelesaikan tuntutan mereka.
Jika dalam tenggat waktu tersebut tidak ada langkah konkret, warga mengancam akan kembali turun dengan kekuatan massa yang lebih besar dan aksi yang lebih luas.
Lumpuhnya jalur lingkar tambang akibat massa yang mengepung PT IWIP menjadi gambaran nyata bahwa persoalan janji perusahaan kini telah berubah menjadi krisis kepercayaan yang berdampak langsung pada pekerja, transportasi umum, dan aktivitas publik di sekitar kawasan industri.
(Faduli)
