Sultan Husain mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bergandengan tangan membantu menertibkan situasi yang berkembang saat ini. Ia menegaskan pentingnya semua pihak menahan diri dari berbagai isu maupun informasi yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Semua pihak harus bisa menahan diri dari isu-isu dan hal-hal yang dapat merugikan kita semua,” ujarnya.
Selain menyerukan ketenangan, Sultan Tidore juga meminta aparat keamanan TNI-Polri segera mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang saat ini tengah memanas.
“Saya berharap kepada aparat keamanan TNI-Polri, mulai dari pak Kapolda untuk bisa memerintahkan Kapolres Halmahera Tengah serta juga pak Dandim, supaya bisa bersama-sama menjaga stabilitas keamanan yang sementara terjadi saat ini,” harap Sultan Husain.
Ia juga mendesak Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono agar segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku yang diduga memicu konflik antardesa tersebut.
“Untuk pelaku harus ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Sultan Husain kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian dan kerukunan di Bumi Moloku Kie Raha.
“Damai itu indah! Mari kitorang jaga Bumi Moloku Kie Raha ini agar tetap rukun,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Halmahera Tengah merupakan bagian integral dari wilayah kekuasaan dan hukum adat Kesultanan Tidore yang secara tradisional dikenal dengan sebutan Gamrange.
(Faduli)
