Rakor tersebut diikuti oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain bersama Tim TPID Tidore secara virtual di Ruang Rapat Sekda Kantor Wali Kota Tidore, Selasa (5/5/2026).
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menegaskan bahwa menjelang Hari Raya Idul Adha, seluruh pemerintah daerah diminta mengambil langkah konkret dan terukur guna mengantisipasi potensi gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis.
“Pentingnya langkah konkret dan terukur dari seluruh pemerintah daerah untuk mengantisipasi gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis,” tegasnya.
Usai mengikuti rakor, Taher Husain menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Tidore Kepulauan pada minggu pertama Mei 2026 mengalami penurunan signifikan. Komoditas yang sebelumnya memicu inflasi, seperti cabai rawit, kini mulai terkendali.
“Harga cabai rawit yang sebelumnya di atas Rp90 ribu kini sudah turun ke angka Rp50 ribu. Selain itu, harga telur dan daging ayam juga relatif stabil dengan stok yang masih mencukupi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Daerah memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman menjelang Idul Adha. Pemantauan harga akan terus dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk menjamin kelancaran pasokan dari daerah sekitar.
“Yang diantisipasi adalah pemantauan harga cabai rawit, daging ayam, dan telur untuk persiapan hari besar keagamaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Tidore juga telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, termasuk percepatan panen raya dalam waktu dekat guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah.(id)
