Faduli1.com – Harita Nickel kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui Program PELITA (Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda). Sebanyak 40 peserta resmi dinyatakan lulus dalam pelatihan vokasi Operator Overhead Crane pada Upacara Kelulusan PELITA Batch IV yang digelar di Activity Center Harita Nickel, Jumat (26/6/2026).
Program PELITA merupakan bagian dari inisiatif pengembangan masyarakat Harita Nickel di bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan keterampilan teknis serta kesiapan kerja pemuda-pemudi Pulau Obi. Melalui program ini, perusahaan berupaya memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas demi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Daud Djubaedi, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Harita Nickel dalam menghadirkan program peningkatan kapasitas tenaga kerja yang sejalan dengan agenda pembangunan daerah.
“Ini adalah inisiasi yang luar biasa. Program seperti PELITA membantu pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat lokal. Harapannya, keterbelakangan kompetensi tenaga kerja bisa terus teratasi dan perusahaan-perusahaan lain dapat menjadikan ini sebagai contoh,” ujar Daud.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja tidak hanya diukur dari sertifikat yang dimiliki, tetapi juga dari karakter dan etos kerja.
“Lebih penting dari sekadar sertifikat adalah disiplin, sikap, perilaku di dunia kerja, dan komitmen terhadap keselamatan kerja,” tambahnya.
Mewakili manajemen Harita Nickel, Deputy Department Head of Technical Support Harita Nickel, Agung Aribowo, mengatakan bahwa Program PELITA merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun SDM lokal agar mampu tumbuh bersama perkembangan industri hilirisasi nikel di Pulau Obi.
“Terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga program-program peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat Pulau Obi dapat terus berjalan. Ini bukan akhir perjalanan, tetapi langkah awal untuk terus berkarya dan menghadirkan inovasi bagi Obi yang kita cintai,” kata Agung.
Menurut Agung, industri hilirisasi nikel menuntut tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi serta memahami standar keselamatan kerja. Karena itu, peningkatan kemampuan SDM harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, hilirisasi bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga membangun ekosistem industri yang membutuhkan tenaga kerja terampil, disiplin, dan siap menghadapi tuntutan operasional yang semakin kompleks. Dalam konteks tersebut, Program PELITA menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memastikan pembangunan industri berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.
Sejak diluncurkan, Program PELITA telah melahirkan berbagai lulusan sesuai kebutuhan industri. Batch I menghasilkan 14 operator Wheel Loader, Batch II meluluskan 28 operator Overhead Crane yang kini telah bekerja di fasilitas pemrosesan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), sedangkan Batch III meluluskan 22 peserta pelatihan Bahasa Mandarin yang saat ini menjalani masa pemagangan.
Dengan bertambahnya 40 lulusan Batch IV, Harita Nickel menegaskan komitmennya dalam menciptakan jalur peningkatan kompetensi masyarakat lokal yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia industri.
Salah satu peserta, La Bae La Jafar (26), pemuda asal Desa Manatahan, mengaku Program PELITA menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya. Sebagai anak sulung yang menjadi tulang punggung keluarga, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan masa depannya.
“Alhamdulillah, ini perjalanan yang sangat saya syukuri. Dulu saya hanya seorang crew, sekarang saya merasa bangga karena bisa meningkatkan potensi diri saya di dunia kerja. Di sini saya belajar disiplin, tanggung jawab, terutama soal waktu,” tuturnya.
Rasa bangga juga diungkapkan sang ibu, Jasmita, yang hadir langsung dalam prosesi kelulusan.
“Saya sangat bangga. Anak saya bisa menjadi kebanggaan keluarga dan ikut berkontribusi dalam pembangunan industri di Pulau Obi. Terima kasih kepada perusahaan yang sudah membantu meningkatkan kualitas anak-anak di Obi,” ungkapnya.
Melalui Program PELITA, Harita Nickel menegaskan bahwa pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan pembangunan kapasitas masyarakat. Perusahaan meyakini keberhasilan kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh investasi dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat lokal untuk berkembang, beradaptasi, serta menjadi bagian dari masa depan industri di Pulau Obi.(*)
