Oleh: M. Laskar Alting
FaduliNews_Ibu Sri Mulyani yang kami hormati,Perlu Ibu ketahui, kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih jauh dari kata ideal. Kalau boleh jujur, SDM kita bukan hanya “jongkok”, tapi bahkan “tiarap”. Kita masih menjadi salah satu negara paling konsumtif, baik dari segi teknologi maupun teori pendidikan.
Dikutip dari Kompas.com Indonesia tahun 2024 berada di peringkat ke-63 dalam populasi masyarakat berpendidikan dari total 89 negara yang diriset. Untuk kategori penduduk yang berpendidikan, Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia yang berada di peringkat ke-45. Ini disebabkan oleh kurangnya alokasi dana dan fasilitas yang memadai,kurikulum sering berubah dan tidak relevan, serta minimnya pelatihan bagi guru dan tenaga pengajar. Ini sinyal bahaya. Untuk memperbaiki keadaan, kita butuh peningkatan kualitas pendidikan yang nyata dan mumpuni. Caranya?
Naikkan gaji tenaga pengajar.
Dengan gaji layak, guru bisa fokus pada satu hal: yaitu mengembangkan metode dan menumbuhkan minat belajar siswa-siswi. Jangan lagi ada guru yang terpaksa menjadi “multifungsi” demi bertahan hidup karena beban ekonomi.
Alangkah bijaknya jika sebagian Dana Operasional Menteri (DOM) yang mencapai Rp777 miliar dialokasikan untuk kesejahteraan guru di pelosok desa — Papua, Maluku, dan wilayah timur lainnya. Mereka sampai hari ini masih belum tersentuh akses pendidikan yang layak dari pemerintah.
Guru yang sejahtera adalah pondasi SDM yang tangguh. Dan SDM yang tangguh adalah kunci Indonesia untuk berdiri, bukan sekadar jongkok,apalagi tiarap di hadapan tantangan global.(**)
