Fatahuddin Hadi: Serangkaian Masalah yang Mempengaruhi stabilitas sosial,ekonomi,dan keamanan masyarakat Maluku, Malut dan Papua

Spread the love

FaduliNews.com_Ternate, 10 Juni 2025 – Maluku, Maluku Utara, dan Papua adalah provinsi yang memiliki keanekaragaman budaya, etnis, serta kekayaan alam yang luar biasa. Namun, kawasan ini terus menghadapi serangkaian masalah yang mempengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat. Konflik sosial, ketimpangan pembangunan, serta ketegangan politik dan keamanan menjadi tantangan yang signifikan di wilayah timur Indonesia ini.

Maluku, Maluku Utara, dan Papua merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, namun sering kali tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur dan akses layanan dasar. Masyarakat di daerah pedalaman masih menghadapi kesulitan dalam mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, serta jalan yang tidak memadai.

Koordinator Wilayah Papua – Maluku BEM Seluruh Indonesia M. Fatahuddin Hadi mengatakan di Maluku saat ini aktivitas industri pertambangan di Pulau Kei Besar Kabupaten Maluku tenggara yang kita lihat secara jelas melanggar peraturan daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang RTRW Kabupaten Maluku tenggara karena wilayah tersebut bukan di peruntukan untuk industri pertambangan melainkan kawasan perikanan.

Di Maluku Utara masyarakat adat mempertahankan tanah adat sebagai hajat hidup mereka malah di tetapkan tersangka 11 masyarakat adat maba Sangaji Halmahera Timur dan tercemar nya laut di teluk Weda di akibatkan oleh industri ekstraktif.

Sementara di Papua, raja ampat sebagai surga terkahir dunia kini di eksploitasi oleh oligarki tambang padahal jelas dalam UU nomor 1 Tahun 2014 bahwa pulau – pulau kecil seperti raja ampat bukan untuk aktivitas pertambangan. Sambungnya

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Maluku, Maluku Utara, dan Papua sering kali menjadi sumber konflik. Eksploitasi sumber daya alam seperti pertambangan telah mengundang banyak perhatian terkait dampaknya terhadap ekologi. Banyak proyek besar yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, bahkan menambah ketimpangan sosial dan ekonomi. Pengelolaan yang tidak ramah lingkungan juga menambah dampak negatif bagi ekosistem lokal.