Diduga Belum Bayar Upah Pekerja, Proyek Deker Desa Roko Galela Jadi Sorotan

Spread the love

HALMAHERA UTARA, Faduli1.com – Dugaan tunggakan upah pekerja pada proyek pembangunan deker (leger) dan drainase di Desa Roko, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, menjadi sorotan setelah sejumlah pekerja menyampaikan keluhan mereka langsung kepada Wakil Gubernur Maluku Utara melalui video pengaduan.

Dalam video yang diterima Faduli1.com, para pekerja mengaku hingga kini masih menunggu pembayaran upah pekerjaan deker yang nilainya mencapai belasan juta rupiah. Mereka menyebut pekerjaan drainase sebelumnya telah dibayarkan, namun pembayaran untuk pekerjaan deker belum juga diselesaikan.

Salah seorang pekerja mengaku kelompoknya mengambil alih pekerjaan tersebut setelah dua kelompok pekerja sebelumnya tidak lagi melanjutkan pekerjaan. Kelompok pertama disebut berasal dari Weda, sementara kelompok berikutnya berasal dari Morotai. Setelah kedua kelompok itu meninggalkan lokasi, pekerjaan kemudian dilanjutkan oleh pekerja asal Tidore.

Menurut pengakuan para pekerja, sebelum pekerjaan dilanjutkan telah ada kesepakatan bahwa seluruh volume pekerjaan yang mereka kerjakan akan dihitung dari awal dan dibayarkan sesuai hasil pekerjaan di lapangan. Namun hingga saat ini, pembayaran yang dijanjikan belum juga terealisasi.

“Sudah beberapa kali dijanjikan akan dibayar, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkap salah satu pekerja dalam keterangannya.

Tak hanya itu, para pekerja juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan pihak yang mengurus pekerjaan tersebut. Mereka menyebut nomor kontak yang biasa digunakan untuk menagih hak mereka kini tidak lagi bisa dihubungi, bahkan diduga telah diblokir.

Kondisi tersebut membuat para pekerja memilih menyampaikan keluhan langsung kepada Wakil Gubernur Maluku Utara dengan harapan mendapatkan perhatian dan bantuan penyelesaian.

Para pekerja mengaku mengalami kesulitan ekonomi akibat belum diterimanya upah tersebut. Bahkan, mereka mengisahkan saat Hari Raya Idulfitri lalu harus pulang tanpa membawa uang hasil kerja dan terpaksa meminjam biaya transportasi untuk kembali ke daerah masing-masing.

Selain persoalan upah, para pekerja juga mengaku tidak mengetahui secara pasti nilai proyek maupun sumber anggaran pekerjaan karena tidak melihat adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan saat kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Desa Roko belakangan memang menjadi salah satu wilayah yang kerap menjadi perhatian publik terkait berbagai persoalan pembangunan dan aktivitas ekonomi di wilayah Galela Barat.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Faduli1.com masih terus menelusuri informasi dan dokumen terkait proyek tersebut, termasuk melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pengaduan pekerja, baik dari unsur Dinas PUPR maupun pihak perusahaan pelaksana pekerjaan.

Faduli1.com juga membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.

(Tim/Red)