Dari Obi Amburadul ke Saketa — Ekspansi Berbahaya Oknum Dosen Pemilik SPBU yang Kebal Aturan

Spread the love

OPINI

faduli1.com — Oleh:(Om Faduli)

Setelah bertahun-tahun mengelola SPBU di Desa Baru, Obi, dengan kondisi yang diduga penuh pelanggaran—mulai dari bongkar BBM tanpa dermaga resmi, distribusi tidak transparan, hingga permainan harga—kini muncul kabar baru yang lebih mengkhawatirkan:
oknum pemilik SPBU, seorang dosen bernama Haji Darwis, disebut akan memperluas bisnis SPBU ke wilayah Gane Barat Saketa.

Pertanyaannya sekarang:
Jika Obi saja dibuat kacau seperti ini, apakah Saketa siap menerima risiko yang sama?

Dari Kampus ke SPBU, Tapi Integritas Tidak Ikut Dibawa

Publik sulit memahami bagaimana seorang dosen—profesi yang identik dengan moral dan etika—bisa menjalankan SPBU dengan cara yang diduga jauh dari standar profesional:

Tidak punya jembatan bongkar BBM sesuai SOP Pertamina.

Transfer BBM memakai selang dari kapal ke darat — sangat berbahaya.

Harga BBM melonjak seenaknya.

Kuota cepat habis tanpa penjelasan.

Data nelayan tidak transparan.

Dan saat dikonfirmasi wartawan, justru lari menghindar.

Jika seorang akademisi berperilaku seperti ini, apa yang bisa diharapkan masyarakat dari pengelolaan SPBU miliknya?

Menghindar dari Wartawan: Sikap Tak Lazim dari Seorang Pendidik

Di Obi, wartawan faduli1.com mencoba melakukan konfirmasi.
Hasilnya?

Nomor kontak tidak diberikan

Tidak mau ditemui di lokasi SPBU.

Didatangi ke rumahnya di Mangga Dua, Ternate — tetap menghindar.

Jika SPBU itu dikelola sesuai aturan, seharusnya tidak ada alasan untuk bersembunyi.

Ketakutan bertemu wartawan justru memperkuat dugaan bahwa ada banyak hal yang disembunyikan.

Saketa Harus Waspada: Jangan Jadi Korban Kedua

Rencana ekspansi ke Gane Barat–Saketa bukan sekadar pembukaan bisnis biasa.
Ini adalah potensi penyebaran pola amburadul yang sama seperti di Obi.

Warga Saketa harus belajar dari pengalaman Obi:SPBU tidak transparan

Harga naik sepihak,Bongkar BBM tanpa fasilitas resmi,Pemilik menghindar dari media,Polres lambat bertindak, Sampai akhirnya Polda turun tangan.

Apakah Saketa akan mengulang babak kelam itu lagi?
Masyarakat berhak mengatakan tidak.

Di Era Prabowo, Bermain BBM Sama Saja Menantang Kebijakan Negara

Pemerintahan Presiden Prabowo telah mempertegas bahwa distribusi energi—terutama BBM bersubsidi—adalah sektor vital dan tidak boleh dimainkan.

Siapapun yang melanggar SOP, memanipulasi harga, atau mengacaukan rantai distribusi, berarti menantang kebijakan pemerintah pusat.

Dan ironi terbesar:Pelanggaran ini bukan dilakukan mafia, tetapi diduga dilakukan oleh seorang dosen bergelar Haji.

Polda Turun, Polres Diam — Publik Melihat

Ketika Polres Halsel cenderung diam, Polda Maluku Utara melalui Subdit IV Krimsus justru merespons cepat dan menyatakan akan turun langsung ke Obi.

Ini sinyal bahwa:Masalah ini serius,Dugaan pelanggaran tidak bisa dibiarkan,Pengawasan di tingkat kabupaten diduga terlalu lemah.

Kini masyarakat meminta Polda Malut tidak hanya memeriksa Obi, tetapi juga mengawal rencana ekspansi ke Saketa.

Penutup: Obi Adalah Peringatan — Saketa Harus Selamat

Kasus Obi adalah contoh nyata bagaimana sebuah SPBU dapat berubah menjadi sumber masalah ketika dikelola tanpa integritas, tanpa SOP, dan tanpa transparansi.

Saketa harus belajar dari itu.
Hukum harus ditegakkan.
Dan tidak boleh ada seorang pun—termasuk dosen sekalipun—yang merasa dirinya kebal aturan.

faduli1.com akan terus mengawasi, mencatat, dan membuka setiap fakta.
Karena keadilan energi bukan sekadar wacana — ia harus ditegakkan untuk rakyat di seluruh Maluku Utara.***