Bukan Sekadar Bertanding, Demokrat Cup Malut 2026 Rajut Kebersamaan Lewat Domino

Spread the love

Faduli1.com, Ternate — Kejuaraan Domino Demokrat Cup Maluku Utara 2026 resmi ditutup di Kota Ternate, Rabu (26/8/2026) malam. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kejuaraan yang digelar dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antarkomunitas domino di Maluku Utara.

Demokrat Cup 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni eksekutif dan reguler. Kegiatan tersebut disponsori tunggal oleh Yayasan Nasab.

Pada kategori reguler, juara pertama mendapatkan hadiah utama dua unit sepeda motor. Sementara juara kedua memperoleh Rp20 juta, juara ketiga Rp15 juta, dan juara keempat Rp10 juta.

Selain hadiah utama, panitia juga menyediakan sejumlah doorprize bagi peserta. Salah satunya berupa hadiah umrah yang diundi langsung oleh pendiri Yayasan Nasab, Nasri Abubakar, yang juga Wakil Wali Kota Ternate.

Dalam sambutannya, Nasri mengatakan Demokrat Cup 2026 bukan menjadi kegiatan yang pertama sekaligus terakhir. Ia berkomitmen agar kejuaraan domino tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun.

“Demokrat Cup ini akan berlangsung setiap tahun. Ada Demokrat 2, Demokrat 3 dan selanjutnya,” kata Nasri.

Nasri juga mendorong adanya kalender tetap pertandingan domino di Maluku Utara. Menurutnya, minimal empat kejuaraan dalam setahun dapat menjadi bagian dari pembinaan olahraga domino sekaligus memperkuat silaturahmi antarkomunitas.

Sementara itu, Ketua PORDI Maluku Utara yang juga Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, mengajak seluruh komunitas domino untuk menjadikan olahraga tersebut sebagai wadah memperkuat persatuan.

Menurut Sinen, domino bukan sekadar permainan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga masyarakat yang terorganisir melalui Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) dan berada di bawah KORMI.

“Domino mengajarkan tentang kebersamaan dan persatuan. Negara yang besar tanpa persatuan tidak akan mungkin bisa berhasil,” ujar Muhammad Sinen.

Ia juga mengajak komunitas atau gardu domino di Kota Ternate untuk mengakhiri berbagai perbedaan dan memperkuat organisasi PORDI di tingkat kota.

Sinen menilai olahraga domino memiliki potensi besar menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat di tengah berbagai perbedaan.

“Namanya pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Pada akhir penutupan malam ini, mari kita leburkan semua. Domino mengajarkan torang untuk merawat kebersamaan,” katanya.

Ia berharap semangat persatuan dan kebersamaan melalui olahraga domino dapat terus berkembang di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Kejuaraan Domino Demokrat Cup Maluku Utara 2026 resmi ditutup setelah seluruh rangkaian pertandingan dan penentuan juara kategori eksekutif maupun reguler selesai dilaksanakan.(Faduli)