Sebuah Potret Sunyi yang Mengetuk Hati Pemerintah Provinsi Maluku Utara
Di Sofifi, pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara, ribuan orang setiap hari bergantung pada layanan penyebrangan laut menuju Ternate. Namun, di balik lalu-lalang speedboat itu, ada satu kenyataan yang jarang diungkap: hanya ada satu bengkel perbaikan khusus mesin speedboat 40 PK di Sofifi, dan bengkel kecil itu dijalankan oleh seorang pemuda yang dikenal dengan sapaan akrab Bang Temi.
Dialah satu-satunya tempat yang paling diandalkan para motoris ketika mesin mereka bermasalah. Dalam senyap, ia bekerja menjaga keselamatan banyak orang, memastikan mesin tidak mati di tengah laut, memastikan masyarakat tiba di rumah, sekolah, kantor, dan rumah sakit tepat waktu.
Sosok Tunggal di Tengah Beban Besar
Bang Temi bukan cuma mekanik. Ia adalah “penjaga nadi” transportasi laut Sofifi–Ternate. Ketika mesin kandas, ketika baling-baling rusak, ketika motoris hampir putus asa karena kehilangan jadwal penyebrangan, bengkel kecil milik Temi selalu menjadi tempat terakhir untuk berharap.
Namun, di balik tanggung jawab besar itu, Temi bekerja dengan peralatan yang sangat terbatas. Banyak alat khusus mesin tempel belum ia miliki—mulai dari compression tester standar, water pump service tool, hingga perangkat diagnostic yang wajib dimiliki bengkel modern.
Walau begitu, ia tetap bekerja. Ia tetap melayani. Ia tetap menerima panggilan darurat, bahkan pada malam hari.
Peran yang Vital, Fasilitas yang Mini
Di Sofifi, pusat pemerintahan provinsi, idealnya harus berdiri fasilitas servis marine yang lengkap. Namun realitanya, fasilitas itu hanya bertumpu pada satu bengkel milik rakyat biasa, satu tangan yang terus berusaha memenuhi kebutuhan ratusan motoris setiap harinya.
Satu kerusakan mesin speedboat saja bisa membuat :
- jadwal pegawai pemerintahan tertunda,
- layanan publik terhambat,
- ekonomi masyarakat terhenti,
- keselamatan penumpang terancam.
Bang Temi mengerti itu. Para motoris mengerti itu.
Namun ia tidak bisa bekerja lebih cepat dan lebih presisi tanpa dukungan peralatan yang memadai.
Harapan yang Sederhana untuk Pemerintah Provinsi
Bang Temi tidak meminta banyak. Ia tidak meminta gedung besar atau fasilitas mewah. Yang ia butuhkan hanyalah “sentuhan pemerintah” berupa bantuan peralatan perbengkelan yang layak :
- alat pengukur kompresi standar outboard,
- toolkit marine khusus 40 PK,
- mesin kerja pendukung,
- dan peralatan safety yang memenuhi kelayakan teknis.
Bantuan seperti ini bukan sekadar mendukung seorang pemuda Sofifi.
Ini adalah dukungan bagi ratusan armada speedboat yang setiap hari menghubungkan ibu kota provinsi dengan kota terbesar di Maluku Utara.
Ini adalah dukungan bagi mobilitas ASN, guru, pelajar, pedagang, dan pasien.
Ini adalah investasi keselamatan publik.
Sofifi Membutuhkan sosok mekanik seperti Bang Temi, dan Bang Temi Membutuhkan Pemerintahnya
Dalam situasi di mana pemerintah berupaya membangun Sofifi sebagai kota masa depan Maluku Utara, memperkuat layanan transportasi laut adalah langkah strategis. Namun, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur besar—kadang ia dimulai dari hal yang tampak kecil tetapi sangat menentukan.
Bang Temi adalah contoh nyata warga yang bekerja tulus untuk memastikan roda kehidupan tetap berputar. Ia sudah memberi yang ia bisa, dengan alat yang ia punya.
Kini, tinggal pemerintah yang ditunggu.
Satu sentuhan bantuan, dan bengkel kecil itu bisa menjadi pusat servis yang jauh lebih layak untuk melayani masyarakat.
Karena pada akhirnya, keselamatan pelayaran tidak hanya dijaga oleh motoris, tetapi juga oleh tangan seorang mekanik lokal yang bekerja dalam diam, menjaga setiap mesin tetap bernyawa.(Faduli/ijul)
