Argentina Kalah,Ayah Erik Tetap Sportif: Saatnya Tinggalkan Perbedaan dan Bangun Tidore

Politik52 Dilihat
Spread the love

Faduli1.com – Euforia Piala Dunia 2026 di Kota Tidore Kepulauan resmi berakhir. Wali Kota Tidore Kepulauan yang juga dikenal sebagai Presiden Argentina Kota Tidore, Muhammad Sinen, mengajak seluruh masyarakat untuk meninggalkan segala perbedaan yang muncul selama perhelatan Piala Dunia dan kembali bersatu membangun daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Muhammad Sinen sebelum mengikuti tradisi batobo atau menceburkan diri ke laut bersama ratusan pendukung Timnas Argentina di Pantai Tugulufa, Selasa (21/7/2026).

Di hadapan para pendukungnya, Muhammad Sinen secara terbuka mengakui kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol pada partai final. Menurutnya, sebagai pendukung sejati, kemenangan maupun kekalahan harus diterima dengan jiwa besar.

“Saya akui bahwa Argentina telah kalah. Hari ini saya selaku Presiden Argentina dan seluruh pendukung Argentina siap dicebur ke laut, karena ini sudah menjadi tradisi di Kota Tidore selama empat kali Piala Dunia. Ketika tim yang didukung kalah, maka wajib batobo. Hari ini kami siap dicebur ke laut atau batobo bersama di Pantai Tugulufa ini,” ujar Muhammad Sinen.

Ia menjelaskan, tradisi batobo bukan hanya bentuk penghormatan terhadap hasil pertandingan, tetapi juga menjadi simbol sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan di antara para pecinta sepak bola di Kota Tidore.

Muhammad Sinen juga menyampaikan apresiasi kepada Timnas Spanyol yang berhasil keluar sebagai juara dunia. Ia berharap seluruh masyarakat tidak lagi larut dalam perbedaan pilihan tim dan kembali fokus mendukung pembangunan daerah.

“Semua sudah selesai. Pertandingan Piala Dunia telah berakhir. Hampir satu bulan masyarakat Tidore berbeda karena pilihan tim masing-masing. Saya menghormati Spanyol sebagai juara. Sudahi semua perbedaan soal Piala Dunia, mari kita rajut kembali kebersamaan untuk membangun Tidore yang lebih baik ke depan. Terima kasih kepada seluruh fans yang telah menjaga suasana tetap kondusif. Mari kita batobo ramai-ramai sebagai penutup semua perbedaan ini,” ajaknya.

Usai memberikan sambutan, Muhammad Sinen bersama ratusan pendukung Argentina berjalan kaki dari kediamannya di Kelurahan Gamtufkange menuju Pantai Tugulufa. Setibanya di lokasi, mereka bersama-sama melakukan tradisi batobo dengan menceburkan diri ke laut sebagai simbol berakhirnya euforia Piala Dunia 2026 sekaligus penanda bahwa seluruh perbedaan telah ditinggalkan demi menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat Tidore.

(Faduli)