SPBU Obi Diduga Kebal Hukum: Harga BBM Naik, Kuota Bermain, Data Ditutup Rapat — Publik Mendesak Kapolda dan Presiden Prabowo Turun Tangan

Politik464 Dilihat
Spread the love

FaduliNews.com —senin/01/12/20205 Halmahera selatan,Kisruh distribusi BBM di Pulau Obi desa baru kecamatan obi Maluku Utara,makin menguatkan dugaan bahwa ada jaringan permainan harga dan kuota yang sengaja dipelihara. Kenaikan harga dari Rp10.000 menjadi Rp11.000, tertutupnya data suplai 30 ton BBM, serta pelanggaran SOP bongkar muat hanyalah puncak gunung es.

Kini terungkap fakta baru yang jauh lebih meresahkan:Sebagian penerima BBM ternyata bukan nelayan, namun mereka mengambil BBM lalu menjual kembali dengan harga Rp15.000–Rp17.000 per liter, dugaan kuat stok pertamax maupun pertalite habis dengan waktu yang singkat karena sejumlah pembeli menggunakan Carigen dan mobil Avansa, padahal secara aturan tidak bisa ini sangat berbahaya.

Praktik ini bukan hanya merusak tatanan distribusi, tetapi juga merupakan bentuk penyalahgunaan kuota subsidi yang secara hukum dapat masuk kategori penimbunan dan penyimpangan distribusi BBM.

Nelayan: “Kami hanya dapat 50 liter, tapi ada pengecer yang dapat lebih 100 sampai 200 liter. Ini tidak adil!”

Seorang nelayan Obi yang ditemui wartawan FaduliNews tak mampu menahan kekecewaan:“Bayangkan, kami nelayan asli di sini hanya dikasih 50 liter. Tapi ada orang yang bukan nelayan bisa dapat 200 liter. Bahkan ada yang jual lagi sampai Rp15 ribu, ada juga Rp17 ribu. Ini sangat tidak adil.”

Keluhan ini menggambarkan bahwa ada pengaturan kuota yang tidak transparan, di mana:sebagian penerima bukan nelayan,kuota tidak sesuai ketentuan,dan penyaluran tidak berbasis data resmi.

Lebih parah lagi, ketika wartawan meminta data resmi nelayan penerima, pihak APMS dan supliyer justru menutup rapat-rapat informasi yang seharusnya menjadi dokumen publik.

APMS dan PT. Berkah Sumber Gamalama Dituding Tertutup dan Tidak Kooperatif Setiap kali wartawan meminta data, pihak APMS hanya memberikan dua jawaban: “Silakan minta ke Dinas Perikanan.”Harus buat surat resmi dulu.”

Namun setelah wartawan FaduliNews membuat surat resmi Nomor 12/FN-REQ/XII/2025, data tetap tidak diberikan.

Ketertutupan ini semakin menguatkan dugaan bahwa:ada permainan alokasi kuota,ada penerima fiktif atau tidak berhak,dan kuota BBM subsidi sengaja dialirkan ke pengecer untuk keuntungan pribadi.

Lebih sensitif lagi, pemilik PT. Berkah Sumber Gamalama perusahaan penyalur BBM  adalah Haji Darwis, seorang dosen di Ternate. Identitas ini baru diketahui wartawan setelah konfirmasi ke Wali Kota Ternate. Pertanyaan publik pun mencuat:

Mengapa identitas pemilik disembunyikan sejak awal? Apa yang sebenarnya terjadi dalam rantai distribusi?

Harga Naik Padahal Pasokan Baru Masuk 30 Ton: Logika Apa yang Dipakai?

Pasokan BBM terakhir yang masuk ke SPBU Obi adalah:15 ton Pertamax,15 ton Pertalite,Total 30 ton.

Namun harga malah dinaikkan menjadi Rp11.000 per liter. Ini bertentangan dengan prinsip distribusi normal: jika stok melimpah, harga seharusnya stabil, bukan naik.

Kenaikan harga menciptakan pertanyaan besar:Apakah pasokan sengaja di jual  untuk keuntungan perushaan dan kelompok?

Apakah ada markup harga di tingkat distribusi yang tidak dilaporkan?

Mengapa APMS tidak transparan mengenai stok, kuota, dan penerima?

Pelanggaran SOP Bongkar Muat: Bahaya Besar Ditutup Selama Ini

Pantauan FaduliNews menunjukkan kapal pengangkut BBM  yang diduga milik pejabat Kota Ternate  melakukan bongkar muat tanpa dermaga khusus,sistem keselamatan migas,standar jalur distribusi,dan pengawasan resmi.BBM disalurkan ke darat hanya menggunakan selang.

 

Jika terjadi tumpahan atau percikan api, seluruh kawasan berbukit dan pemukiman di Desa Baru dapat menjadi titik ledakan. Pelanggaran semacam ini umumnya hanya terjadi jika pihak pengelola merasa sangat kebal hukum.

Kapolda Malut, BPH Migas, dan Presiden Prabowo Harus Turun,Kasus ini bukan lagi masalah lokal. Ini menyangkut distribusi BBM bersubsidi,potensi penyelewengan kuota,permainan harga oleh pihak ketiga,serta pelanggaran SOP migas.Karena itu masyarakat mendesak_Kapolda Maluku Utara untuk menyelidiki penerima kuota fiktif, pengecer ilegal, dan dugaan markup harga dan BPH Migas, Ditjen Migas,Untuk mengaudit rantai distribusi PT. Berkah Sumber Gamalama dan APMS Obi masyarakat juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas jejaring mafia BBM yang sudah merugikan nelayan kecil.

Komitmen Presiden dalam memberantas mafia migas berulang kali disampaikan. Karena itu warga Obi kini menunggu tindakan nyata dari pemerintah pusat

Dengan harga melambung, kuota tidak adil, penyaluran tidak transparan, dan adanya penerima yang bukan nelayan namun mendapat jatah ratusan liter untuk dijual kembali, publik semakin yakin ada sesuatu yang salah di balik operasi distribusi BBM ini.

FaduliNews akan terus menelusuri, mengejar data,menunggu konfirmasi resmi pemilik SPBU, dan menyampaikan temuan kepada publik — apa pun risikonya.

 

(Tim/Red)